Manusia ciptaan sempurna Allah SWT

Agama Umri 11-Sep-2020
dreamstime_s_55611657
Manusia ciptaan sempurna Allah SWT © Paulus Rusyanto | Dreamstime.com

Menurut al-Quran, manusia diciptakan oleh Allah SWT untuk menjadi khalifah di muka bumi ini (baca surah al-Baqarah : 30). Banyak sekali ciptaan Allah sebelum dan sesudah manusia diciptakan. Ada malaikat, iblis, tumbuhan, hewan, bakteri, virus, matahari, bumi, langit, bulan, planet -planet, udara, cahaya, air, gunung-gunung, lautan, daratan, sungai, dan lain lain. Ini hanya sebagian yang diketahui, di luar pengetahuan akan jauh lebih banyak lagi.

Berbagai macam bentuk dan jenis ciptaan Allah SWT yang kesemuanya bertasbih memuji Allah kecuali iblis. Iblis pada awalnya adalah makhluk yang taat kepada Allah. Nama iblis di Surga disebut sebagai ‘abid (ahli ibadah). Namun setelah Allah menginformasikan akan menciptakan manusia, iblis tidak menerima dan lebih tidak terima lagi ketika diperintahkan Allah untuk sujud kepada Adam.  Maka terusirlah iblis dari surga karena kesombongannya kala itu.

Dalam diri manusia, menurut Dr. Yusra Firdaus meninjau sebuah tulisan dari Nimas Mita Etika, menjelaskan bahwa terdapat 30-40 triliun sel setiap manusia. Rata-rata ukuran sel sebesar 0,001-0,003 cm, hingga harus manggunakan alat mikroskop untuk melihatnya.

Al-Quran menyebut manusia sebagai ciptaan dalam bentuk yang sempurna: “Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sempurna.” (Quran surah  at-Tin, ayat 4). Ayat ini secara khusus memberikan dua informasi kepada manusia.

Pertama, memberikan informasi tentang ciptaan yang sempurna. Kedua, ajakan untuk berpikir. Ketika dikatakan manusia ciptaan yang sempurna bukan berarti ciptaan yang lain tidak sempurna. Tentu, Allah SWT ketika menciptakan yang lain akan dengan sangat sempurna.

Namun, manusia dengan penciptaan yang sempurna secara fisik dan psikis, akan mampu memberikan manfaat lebih kepada alam semesta seperti pohon at-Tin dan az-Zaitun (menjadi sumpah Allah SWT pada ayat ayat 1, surah At-Tiin).

Sisi lain dari kesempurnaan ciptaan Allah SWT, ialah berbeda dengan malaikat dan binatang. Malaikat ketika diciptakan oleh Allah dibekali akal tanpa dibekali nafsu. Sementara binatang dibekali nafsu tanpa dibekali akal.

Maka, manusia Allah SWT telah bekali keduanya akal dan nafsu. Kedua fungsi yang sangat penting dalam penciptaan, manusia bisa menjadi mulia dengan akal dan nafsunya. Namun, manusia juga bisa terhina karena akal dan nafsunya.

Perihal kesempurnaan bukan hanya dilihat dari sisi fisik saja, namun juga psikisnya. Apalagi secara tegas Allah SWT mengecam orang-orang yang bentuk fisiknya baik, namun jiwa dan akalnya kosong dari nilai-nilai agama, etika dan pengetahuan (baca surah al-Munafiqun : 4).

Kesempurnaan ini bertujuan untuk membantu medan juang manusia sebagai khalifah di muka bumi.  Kemuliaan tersebut akan selalu ada jika dia mempertahankan dan menjaganya melalui aktifitas ibadah kepada Allah SWT. Jika tidak, maka manusia akan kembali ke tempat yang rendah yakni Neraka.

Al-Quran membimbing manusia untuk tetap pada fitrahnya, sehingga selalu berada pada posisi sebagai makhluk yang terbaik, yaitu dengan keimanan dan amal saleh. Dengan cara itu, maka manusia akan tetap menjadi yang terbaik di antara makhluk ciptaan Allah SWT yang ada di jagat raya ini.