Masjid – bawa anakmu ke poros dunia

Masjid Roni Haldi Alimi
Roni Haldi Alimi
Masjid - bawa anakmu ke poros dunia
Masjid - bawa anakmu ke poros dunia © Odua | Dreamstime.com

Masjid adalah poros dunia menuju rumah abadi. Di masjid didik iman dan akhlak mulia. Sebaik-baik bekal ke akhirat di antaranya anak-anak dan pemuda yang saleh lagi mushlih.

Melahirkan sosok mereka tempaanya di poros dunia. Orang yang sudah tua tentunya lebih bijaksana, sadar diri akan keterbatasan usia dan raga. Perlunya Regenerasi anak – anak dan pemuda saleh lagi mushlih dengan memakmurkan masjid oleh mereka.

Perintah memakmurkan masjid 

Allah berfirman:

“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”

(Quran surah at-Taubah, ayat 18)

Memakmurkan masjid bukan mempersempit arti dan fungsi masjid. Tidak semata memoles dengan ornamen dan perhiasan menarik mata, sehingga terlihat gagah dan eksotik.

Memakmurkan itu kita jadikan masjid ‘tempat terindah yang dirindui’ oleh siapa saja mereka, terutama anak-anak dan pemuda. Salah satu unsur terpenting agar masjid berubah makmur adalah masih terdengar suara anak-anak.

Muhammad al-Fatih, Penakluk Konstantinopel pernah berkata: “Jika kalian tidak lagi mendengar riang tawa dan gelak bahagia anak-anak di masjid-masjid, maka waspadalah… Saat itu kalian dalam bahaya.”

Takutlah saat anak enggan ke masjid

Takut…salah satu kata yang dirasa tepat saat di mana mata melihat telinga mendengar, anak-anak dan para pemuda enggan lagi berat apalagi betah berlama di masjid. Gelisah patut ada dalam pikiran, tatkala saf-saf salat diisi hanya orang-orang yang sudah tua.

Makin terasa, di saat Jumat tiba. Mulai jemaahnya didominasi orang-orang yang sudah tua. Muadzin, khatib dan imamnya juga satu paket dari golongan orang yang sudah tua.

Sampai manajemen pengelolaan ‘poros dunia’ masih pakai model lama. Terasalah masjid dan apa yang ditampilkan seperti hanya melewati rutinitas semata. Rasulullah Shallahu alaihi wasallam bersabda:

”Bahwa Rasulullah salat, dan bila beliau sujud maka Hasan dan Husein bermain menaiki belakang Rasulullah. Lalu, jika ada sahabat-sahabat yang ingin melarang Hasan-Husein maka Rasulullah memberi isyarat untuk membiarkannya, dan apabila setelah selesai salat Rasulullah memangku kedua cucunya itu.”

(Hadis riwayat Ibnu Khuzaimah)

Wahai ayah, perkenalkan masjid beserta adab-adabnya kepada anak-anakmu. Ajari mereka salat, bawalah mereka ke masjid. Rasulullah SAW telah memberi contoh nyata. Cukuplah Rasulullah bagimu. Yakinkanlah dirimu wahai ayah, anak-anak mu ingin menjadi qurrata ‘ayun atau penyejuk hati bagi kedua orang tuanya.

Sampaikan kepada orang yang sudah tua jamaah dan pengelola poros dunia. Perlakukan kami dengan lemah lembut, bukan muka masam cemberut agar kami tak takut ke masjid.