Masker dan Niqab di masa pandemi

Kehidupan Kkartika Sustry 10-Jul-2020
Niqab di masa pandemi © Powerofflowers | Dreamstime.com

Niqab merupakan pakaian yang tidak diharuskan oleh Islam namun direkomendasikan dalam beberapa interpretasi, biasanya dikenakan bersama dengan pakaian longgar yang disebut abaya atau jilbab, atau kerudung. Beberapa perempuan memasangkannya dengan rok panjang dan tunik untuk menyembunyikan bentuk tubuh.

Dalil al-Quran menjadi landasan untk menutup aurat tetapi tidak diwajibkan untuk berniqab. “Katakanlah kepada wanita yang beriman: hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka” (Surah an-Nur, ayat 34). Berdasarkan ayat tersebut, memang tidak dijelaskan secara rinci tentang batasan menutup aurat tetapi jelas sekali kita bisa menundukkan pandangan kita agar bisa menjaga kemaluan termasuk wajah yang menjadi sarana untuk menutup aurat.

Menurut 4 imam mazhab hukum tentang niqab bagi para Muslimah bukanlah wajib, tetapi tetap menjadi sunah muakkad guna menghindari fitnah dan hal yang tidak diingin bagi perempuan. Namun, banyak yang beranggapan bahwa niqab hanya tradisi yang tidak ada landasan syariat padahal merujuk pada dalil yang kuat, niqab menjadi dianjurkan jika dibutuhkan pada saat saat tertentu, termasuk di masa pandemi ini.

Berdasarkan penelitian mengkonfirmasi bahwa muslimah yang mengenakan pakaian Islami di negara-negara mayoritas non-muslim sering mengalami pelecehan baik secara verbal maupun fisik. Banyak sekali informasi tentang kurangnya diterima muslimah yang memilih bercadar bahkan di Indonesia sekalipun.

Di masa pandemi seperti ini ada yang trend menyerupai niqab, tetapi meski untuk kepentingan tertentu masker tidaklah sama dengan niqab hanya saja setelah adanya pandemi ini menjadi hikmah bagi muslimah pengguna niqab. Mereka lebih diterima di kalangan masyarakat dan trend hijab syariat pun menjadi bervariasi. Perkembangan yang kian memesat dalam menjual hijab Khimar atau Bergo menjadi solusi kemudahan bagi muslimah untuk tetap bermasker dengan hijabnya.

Muslimah lebih leluasa menggunakan niqab bahkan menjadikan mereka lebih diakui di masa seperti ini. Alhamdulillah, ini suatu hikmah bagi kaum muslimah khususnya, bahkan para hijabers yang awalnya tidak berniqab sekarang lebih memilih berniqab dibanding masker dengan alasan lebih nyaman. Ini merupakan suatu ketenangan bagi muslimah yang pada awalnya hanya menjadi minoritas karena berniqab, semoga setelah wabah ini berakhir para muslimah tetap istikamah menggunakan niqab untuk menghindari terjadi hal tidak diinginkan.

Wabah pandemi ini menjadi hikmah bagi para muslimah. Muslimah berniqab bukanlah hal yang harus diasingkan, melainkan ini cara untuk menyelamatkan diri dari hal yang tidak baik sama juga dengan penggunaan masker saat ini tentu tujuannya agar terjauh dari penyakit corona yang sedang menular saat ini. Semoga kita bisa memetik hikmah dari musibah ini dan menjadi Muslim yang menerima keputusan sebagian muslimah untuk berniqab.