Matematika; dalam peradaban Islam

Pendidikan 09 Mar 2021 Sanak
Terbaru oleh Sanak
Matematika; dalam peradaban Islam
Matematika; dalam peradaban Islam © Thitaree Mahawong | Dreamstime.com

‘Matematika; dalam peradaban Islam’ – Islam datang untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang. Memang tidak logis jika dikatakan Nabi Muhammad SAW mengajarkan teori Aljabar dan Geometri, apalagi integral dan Limit Fungsi.

Sebab hal tersebut memang bukan tugas Baginda. Akan tetapi al-Quran, Kalam Ilahi memotivasi orang-orang beriman untuk melakukan studi dan penelitian.

Matematika dan syariat

Di antara faktor-faktor terpenting yang mendorong kemajuan Ilmu Matematika dalam peradaban Islam adalah upaya masyarakat menerapkan hukum-hukum syariat. Hal ini tidak terlepas dari upaya mereka menjalankan ibadah sesempurna mungkin dengan mengharapkan keridaan Allah Ta’ala.

Pada awalnya umat Islam mengembangkan matematika untuk kebutuhan mereka sehari-hari. Seperti menentukan waktu-waktu salat dan permulaan Ramadan, mengenali arah kiblat, pembagian harta warisan dan rampasan perang (Ghanimah).

Dalam surah an-Nisa, ayat 11, Allah SWT menjelaskan secara detail ilmu Faraidh, atau ilmu pembagian harta warisan.

“Allah mensyariatkan kepadamu tentang pembagian warisan untuk anak-anakmu, (yaitu) bagian anak laki-laki sama dengan dua bagian anak perempuan,….”

Sedangkan pembagian harta rampasan perang sebagaimana disebutkan Allah Taala dalam al-Quran:

“Dan ketahuilah, sesungguhnya segala yang kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak yatim, orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan, (demikian) jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba kami Muhammad di hari Furqan, yaitu pada hari bertemunya dua pasukan. Allah Maha mengetahui segala sesuatu.”

(Surah al-Anfal, ayat 41)

Adapun waktu-waktu pelaksanaan ibadah sebagaimana dijelaskan dalam surah Al-Isra, ayat 12. Beginilah ilmuan Islam mendapatkan motivasi yang membuat mereka terus bergerak yang mendorong kemajuan ilmu pengetahuan terkhusus matematika.

Warisan ilmuan Islam untuk matematika

Adalah Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi, kepala divisi Baitul Hikmah pada masa pemerintahan Khalifah Al-Makmun dengan karya besarnya ‘Kitab Aljabr wa Almuqabalah’. Dalam buku ini al-khawarizmi merumuskan prinsip-prinsip dasar ilmu Aljabar.

Al-Khawarizmi berupaya memberi solusi dan mempermudah penyelesaian persamaan liner dalam notasi kuadrat. Karya beliau tidak terbatas pada Aljabar dan Aritmatika, melainkan juga melakukan riset dalam bidang Geometri dan Trigonometri, mendefenisikan satuan luas, menjelaskan hukum volum, dan meneliti tentang segitiga dengan perhitungan yang sangat cermat.

Dalam suatu kesempatan al-Khawarizmi berkata bahwa apa yang dilakukannya tidak terlepas dari motivasi sang khalifah, agar ia menemukan solusi untuk memudahkan perhitungan dalam pembagian warisan.

Ketika bangsa barat mempelajari informasi-informasi ini, mereka menjadikan karya al-Khawarizmi sebagai bahan rujukan utama. Hal ini membuktikan bahwa dunia telah tercerahkan berkat peradaban Islam.