Memahami aksara historis peradaban Melayu

Asia Kkartika Sustry
Pilihan oleh Kkartika Sustry
Memahami aksara historis peradaban Melayu
Memahami aksara historis peradaban Melayu © Szefei | Dreamstime.com

Sejarah peradaban Melayu-Nusantara yang ada di Indonesia maupun di negara Asia banyak termaktub dalam naskah kuno berupa prasasti, piagam, dan dokumen. Ditulis dengan aksara kuno yang tidak bisa kita pahami hanya dengan ilmu general, tetapi perlu ilmu khusus agar maksud yang tersiratpun tersampaikan dengan benar.

Pada KBBI juga dikatakan bahwa aksara merupakan sistem tanda grafis yang digunakan manusia untuk berkomunikasi dan sedikit banyaknya mewakili ujaran. Macam-macam aksara juga banyak mulai dari aksara Arab, Jawa, Kawi, Pegon dan lain-lain.

Memahami aksara historis peradaban Melayu

Salah satu historis peradaban Melayu yang mulai terlupakan adalah aksara Jawi yang menggunakan bahasa tulisan Arab tetapi berbahasa Melayu. Istilah Jawi juga dikenal dari nama daerah Jawa yang ada di Indonesia dengan ditandai kemunculan Islam pertama di tanah Jawa.

Aksara Jawi ini juga mulai berkembang pada zaman kolonialisme ketika masa kerajaan Samudera Pasai, Melaka hingga Riau. Ditinjau secara historis tentu banyak sekali peradaban yang tercatat dalam aksara tersebut maka perlu kita pahami dengan baik.

Hanya saja saat ini mata pelajaran aksara Arab Melayu tidak lagi menjadi muatan lokal di kelas sehingga tidak banyak yang mau memahami aksara Jawi. Aksara Jawi sudah dikalahkan oleh aksara latin, indikator seseorang dikatakan tuna aksara hanya dilihat dari aksara latin bukan dari aksara jawi.

Melek huruf juga jadi ukuran ketika seseorang sudah bisa membaca tulisan latin bukan aksara kuno. Hal ini juga menjadi penyebab aksara mulai tenggelam dari peminatnya untuk diperhatikan.

Tingkatkan kepedulian terhadap aksara Jawi

Padahal peradaban yang tersirat dalam aksara Jawi banyak sekali. Di era saat ini hanya orang-orang tertentu yang mau mempelajari aksara tersebut. Pada dasarnya memahami aksara Jawi sangat penting sebagai warga yang baik.

Agar kita bisa mengetahui banyaknya sejarah dan budaya penting yang patut dikembangkan. Juga sebagai pengetahuan bagaimana dokumentasi dan peristiwa sejarah penting yang terjadi di masa lampau.

Ketika generasi millenial mulai melupakan pentingnya aksara Jawi sebenarnya kehilangan salah satu instrumen yang mendekatkan kepada pembelajaran huruf hijaiyah. Maka dari itu, mari kita perhatikan kembali pembelajaran penting pada aksara kuno dengan menjadi bagian yang mengambil ibrah dari dokumen penting pada masa lalu.

Tugas para akademisi dan peneliti yang bergerak dibidang filologi juga sangatlah bagus karena mengungkapkan peradaban pada aksara-aksara tersebut. Semoga kita tetap menjaga budaya Melayu, salah satunya dengan tetap meningkatkan kepedulian terhadap aksara Jawi.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.