Memaknai hari lahirnya Pancasila

Kehidupan Sanak 22-Jun-2020
Monumen Pancasila di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur © Petr Zamecnik | Dreamstime.com

Awal bulan Juni menjadi spesial semenjak empat tahun terakhir. Hal ini dikarenakan pemerintah menetapkan tanggal 1 Juni sebagai hari libur nasional untuk memperingati Lahir Pancasila. Ada apa dengan Pancasila?

Dalam bahasa Sanskerta, panca bermakna lima sedangkan sila berarti dasar. Lahirnya Pancasila sebagai dasar negara diawali dengan pemberian janji kemerdekaan dari Jepang untuk bangsa Indonesia. Perdana Menteri Jepang saat itu, Kuniaki Koiso membentuk BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada 7 September 1994.

Badan ini melaksanakan sidang pertama pada tanggal 29 Mei  sampai 1 Juni 1945.  Selama empat hari itu, Ir. Soekarno, M. Hatta, Soepomo, Mohammad Yamin, dan K.H Abdul Wachid Hasyim merumuskan 5 asas untuk negara Indonesia . Pada hari terakhir, Ir. Soekarno menyampaikan pidato tentang Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka. Beliau menerangkan bahwa masyarakat Indonesia terdiri atas beragam suku, agama, golongan, dan pemikiran. Menurutnya, Pancasila adalah sebuah dasar negara yang dapat menjadi pijakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Pancasila mengalami perkembangan hingga menghasilkan naskah Piagam Jakarta pada tanggal 22 Juni 1945 oleh Panitia Sembilan. Sila pertama yang awalnya, ‘Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya’ diganti dengan, ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’. Perubahan ini diterima umat Islam demi kebaikan dan persatuan bangsa. Akhirnya rumusan final disepakati pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, bersamaan dengan penetapan Rancangan Pembukaan dan Batang Tubuh UUD 1945.

Sejak tahun 2017, tanggal 1 Juni resmi menjadi hari libur nasional untuk memperingati hari lahir Pancasila. Kebijakan yang  tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016 ini, disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo di Gedung Merdeka, Bandung, pada 1 Juni 2016 silam. Kala itu Jokowi hadir dalam kegiatan peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945.

Perjalanan panjang Pancasila menjadi dasar dan ideologi Indonesia harus diketahui asal usulnya oleh anak bangsa  dari waktu ke waktu dan dari generasi ke generasi. Hal ini untuk menjaga kelestarian dan kelanggengan Pancasila sehingga senantiasa diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.