Memaknai masjid – hati terpaut di manapun berada

Masjid 17 Apr 2021 Komiruddin
Terbaru oleh Komiruddin
Memaknai masjid - hati terpaut di manapun berada
Memaknai masjid - hati terpaut di manapun berada © Sosroner | Dreamstime.com

Masjid adalah sebaik-baiknya tempat di muka bumi. Suasana di masjid selalu membuat siapa saja yang berada di dalamnya merasakan ketenteraman. Hampir tidak kita temukan kemaksiatan, perseteruan dan hiruk pikuk urusan dunia di masjid.

Yang ada adalah shalat, dzikir, munajat dan ta’lim.

Memaknai masjid – hati terpaut di manapun berada

Sebuah masjid adalah oase yang mengobati kehausan rohani dan menyirami kegersangan jiwa setelah menempuh perjalanan hidup di gurun sahara yang tandus. Masjid itu ibarat air bagi ikan, udara bagi kehidupan.

Masjid umpama tidur bagi malam, gula bagi kopi, tangkai bagi Mawar dan pakaian bagi badan. Satu sama lain saling membutuhkan, bila satu berpisah dan terlepas maka akan terasa kesengsaraan bahkan sampai kepada kematian.

Para perindu masjid adalah mereka yang hatinya selalu terpaut dengan masjid di manapun ia berada dan dalam kondisi apapun ia. Mereka merasakan liputan ketenangan, balutan rahmat, naungan maghfirah yang terlantun dari bibir-bibir malaikat saat berdoa.

Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan pula dari Abu ‘Abdirrahman, ia berkata:

“Aku mendengar ‘Ali berkata: ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:  ‘Sesungguhnya jika seorang hamba duduk di masjid setelah melaksanakan shalat, maka para Malaikat akan bershalawat untuknya, dan shalawat mereka kepadanya adalah dengan berkata: ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah, sayangilah ia.’ Jika ia duduk untuk menunggu shalat, maka para Malaikat akan bershalawat kepadanya, shalawat mereka kepadanya adalah dengan berdo’a: ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah, sayangilah ia.’”

[Al-Musnad (II/292 no. 1218). Syaikh Ahmad Syakir menghasankan sanadnya, lihat catatan pinggir kitab al-Musnad (XVI/32)]

Para perindu masjid dan balasan perlindungan

Kelak para perindu masjid akan mendapatkan perlindungan di hari di mana tidak ada perlindungan kecuali perlindungan Allah SWT. Sebab baginya seluruh permukaan bumi adalah masjid. Pasar, mall, jalan raya, kantor, apartemen, gedung parlemen adalah masjid.

 “Dan dijadikan bagiku permukaan bumi sebagai masjid dan tempat suci..”

Dan karena ia masjid, maka suasana batin dan hati selalu terpaut dengan suasana masjid. Oleh karenanya, walau di pasar tetap jauh dari menipu dan mengurangi takaran. Walau di mall, mata dan tangan tetap terjaga, walau di kantor, idealis dan profesional tetap terpelihara.

Walau di gedung parlemen, kepentingan rakyat tetap lebih utama untuk diperhatikan dari pada kepentingan pribadi dan golongan. Saya kira ini makna yang mendalam dari potongan hadis Rasulullah SAW:

 “Seseorang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid..”

Jika seperti ini kita memahaminya, maka apa yang dijanjikan Rasulullah SAW sebagai balasan berupa perlindungan di padang mahsyar rasanya tidak berlebihan.

Sebab ketika di dunia dia sudah melindungi dirinya dari tipuan dunia dan penjajahan hawa nafsu.