Membangun pola pikir dan mentalitas pemuda

Membangun mentalitas pemuda © Odua | Dreamstime.com

Imam asy Syahid Hasan al Banna mengatakan bahwa, sebuah gagasan atau ide akan berhasil jika:

  • Ada keimanan yang kuat
  • Ada keikhlasan yang tidak terbatas
  • Ada semangat yang terus bertambah
  • Ada kesiapan untuk beramal dan berkorban

Yang keempatnya ini adalah karakteristik pemuda. Lalu, apa fondasi agar empat hal tersebut menjadi kuat? Berikut hal-hal yang bisa memperkuat fondasi keempat hal di atas.

Hati yang sehat

Fondasi bagi keimanan yang kuat adalah memiliki hati yang cerdas. Mengapa hati yang cerdas? Bukankah kecerdasan selalu identik dengan akal? Tentu saja diletakkannya hati yang cerdas sebagai fondasi yang memperkuat keimanan bukan tanpa sebab. Yang pada umumnya kecerdasan selalu berbanding lurus dengan akal sehat.

Sebaliknya, di sinilah kata kunci yang harus kita tadabburi bersama. Bahwa diletakkannya kecerdasan linear dengan hati itu artinya bahwa hati yang cerdas adalah hati yang mudah menerima sinyal-sinyal (signs) dari Allah SWT. Hati yang senantiasa ber-taqarrub kepada Allah. Dan hati yang mampu membaca ayat-ayat kauniah maupun kauliyah-Nya.

Hati sanubari yang jernih

Fondasi yang kedua adalah hati sanubari yang jernih, yang merupakan fondasi bagi keikhlasan yang tak terbatas. Bagaimana agar kita memiliki hati sanubari yang jernih?
Ya, hati sanubari yang jernih lahir dari latihan jiwa (riyadhoh ruhiyah) yang senantiasa kita jalankan dalam kehidupan kita sehari-hari. Berikut di antara latihan riyadhoh ruhiyah yang akan melahirkan hati sanubari yang bersih:

  • Sabar – Sabar di sini artinya tidak/ senantiasa menghindarkan diri dari gibah (membicarakan keaiban orang lain), iri, hasad, dengki, dan ujub.
  • Syukur – Senantiasa bersyukur atas segala karunia yang telah Allah SWT limpahkan baik secara lahir maupun batin.
  • Rida – Kondisi hati yang lapang dalam menerima segala takdir yang dalam kehidupan, tanpa tapi, tanpa nanti.

Jika tiga hal ini senantiasa kita latih, maka hati nurani yang jernih akan kita peroleh.

Sensitivitas

Memiliki sensitivitas adalah fondasi untuk membangun semangat yang terus bertambah. Berdasarkan sejarah, tercatat sebanyak 124.000 sahabat Nabi. Sepuluh ribu di antaranya dimakamkan di Makkah dan Madinah. Sementara sisa makamnya tersebar di mana-mana, di seluruh dunia.

Apa hikmah di balik kisah ini? Adakah perintah Nabi secara eksplisit meminta kita menyebarkan risalahNya? Dalam artian perintah dakwah itu begitu indah beliau perumpamakan secara implisit lewat sebuah kisah tentang makam para sahabat yang tersebar di seluruh dunia. Dari sinilah, semangat kita akan terus bertambah dengan sensitivitas taklif pada pundak-pundak kita menjadi seorang dai di manapun berada.

Tekad Pemuda

Fondasi keempat yang membangun kesiapan beramal dan berkorban adalah tekad para pemuda (Al Izmul Fatih). Bagaimana sejarah telah mencatat bahwa penaklukan negara-negara di dunia adalah oleh para pemuda. Dari sinilah hendaknya kita senantiasa memupuk semangat pemuda kita untuk terus beramal dan berkorban. Wallahu a’lam.