Membayar zakat fitrah kepada keluarga sendiri?

Zakat Merry Lestari
Terbaru oleh Merry Lestari
Membayar zakat fitrah kepada keluarga sendiri?
Membayar zakat fitrah kepada keluarga sendiri? © Sukarman _ | Dreamstime.com

Bulan Ramadan akan segera berakhir, artinya tibalah pula waktunya untuk membayar zakat fitrah. Terkadang kita bingung kemana harus menyalurkan zakat tersebut agar benar-benar diterima oleh orang yang tepat.

Dalam beberapa kasus sering kita dengar ada sebagian orang yang memberikan zakatnya kepada keluarganya sendiri, karena keluarga tersebut sedang kesulitan. Namun, bagaimana hukum menyalurkan zakat untuk keluarga sendiri menurut Islam?

Hukum membayar zakat fitrah

Zakat fitrah merupakan salah satu amal ibadah yang wajib bagi setiap muslim. Wajib bagi yang telah memiliki kemampuan untuk menunaikannya (memiliki penghasilan) pada akhir bulan Ramadan atau menjelang pelaksanaan salat Idul Fitri. Dan zakat fitrah juga dikenal dengan zakat diri, atau zakat yang dikeluarkan untuk membersihkan diri.

Zakat fitrah adalah zakat wajib yang harus dikeluarkan sekali setahun yaitu saat bulan Ramadan menjelang Idul Fitri. Pada prinsipnya, zakat fitrah haruslah dikeluarkan sebelum salat Idul Fitri dilangsungkan. Hal tersebut yang menjadi pembeda zakat fitrah dengan zakat lainnya.

Adapun besaran zakat fitrah yang harus dikeluarkan yaitu sebesar satu sha’ yang nilainya sama dengan 2,5 kilogram beras, gandum, kurma, sagu, dan sebagainya. Atau 3,5 liter beras yang disesuaikan dengan konsumsi per-orangan sehari-hari.

Ketentuan ini didasarkan pada hadis sahih riwayat Imam Ahmad, Bukhari, Muslim dan Nasa’i dari Ibnu Umar bahwa:

“Rasulullah telah mewajibkan membayar membayar zakat fitrah satu sha’ kurma atau sha’ gandumkepada hamba sahaya, orang yang merdeka, laki-laki, perempuan, anak-anak, dan orang dewasa dari kaum muslim.”

Golongan penerima zakat

Salah satu hal yang penting untuk diperhatikan dalam membayar zakat fitrah adalah mengenai siapa orang yang layak untuk kita berikan harta zakat fitrah tersebut.

Allah SWT sebenarnya sudah menjelaskan secara perinci tentang orang-orang yang berhak menerima zakat. Dalam firman-Nya di surah At-Taubah ayat 60 yang artinya:

“Sungguh zakat itu hanya untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, orang yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah maha mengetahui, maha bijaksana,” 

Berdasarkan penjelasan dari ayat tersebut dapat kita ketahui bahwa golongan orang yang berhak menerima zakat ada tujuh golongan. Mereka adalah fakir, miskin, amil zakat, mualaf, hamba sahaya, orang yang terlilit hutang, dan musafir (orang yang sedang dalam perjalanan).

Lalu yang kadang menjadi pertanyaan di tengah mesyarakat kita adalah ketika ada keluarga kita yang termasuk ke dalam salah satu golongan tersebut. Menurut ijtima’ para Ulama Syafi’iyah, menyalurkan zakat untuk keluarga sendiri diperbolehkan apabila memenuhi syarat.

Kita boleh memberikan zakat kepada keluarga selagi orang tersebut bukanlah orang tua, saudara kandung kakak atau adik, istri, dan anak keturunan sendiri, karena mereka adalah orang-orang yang wajib dinafkahi. Sehingga pemberian tersebut bukanlah termasuk zakat.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.