Memberi tanpa menyebut

Islam untuk Pemula Kkartika Sustry
Opini oleh Kkartika Sustry
Memberi tanpa menyebut
Memberi tanpa menyebut © Antoni Halim | Dreamstime.com

Berbuat baik sekecil biji zarahpun akan Allah Taala perhitungkan dan diberikan balasannya. Namun, manusia lebih banyak dirundung gelisah karena khawatir terhadap rezeki yang Allah berikan.

Padahal Allah SWT sudah menjamin hidup seseorang dimulai dari ia makan, bahkan sampai urusan terbesarnya kesuksesan. Sehingga kekhawatiran tersebut melupakan cara berbuat baik kepada sesama.

Bersedekah dan menolong sesama

Seperti yang sering terjadi saat ini, seseorang yang menolong saudaranya atau memberi sedekah karena ia takut dilupakan apa yang telah diberikan. Maka sikap yang ia lakukan dengan selalu menyebut pemberiannya dan mengungkit di depan penerima, bahkan menyakiti hatinya.

Sikap seperti ini merupakan melanggar etika seorang penderma. Dengan artian bahwa sikap seperti itu tidak layak disebut diri sebagai seorang dermawan.

Allah berfirman dalam Quran, surah al-Baqarah, ayat 262:

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahinya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka.”

Jelas sekali pada ayat tersebut, Allah Taala menganjurkan kepada hamba-Nya untuk bersedekah dan menolong sesama. Namun tidak menyebutkan atau mengungkit, bahkan sampai menyakiti hati si penerima.

Hal ini memang manusiawi. Ketika seseorang sudah diberi, namun ia tidak punya adab dan bersyukur atas apa yang telah diberikan dan digunakan bukan pada tempatnya.

Memberi tanpa menyebut

Hal ini menguji para pemberi sebenarnya. Bukanlah rasa terima kasih yang diharapkan melainkan seyogyanya kita memberi tanpa mengharapkan apapun. Meski tidak mudah mengamalkan sikap seperti ini, memberi tanpa menyebut demikianlah yang Allah SWT sukai dari para penderma yang benar-benar ikhlas.

Memberi tanpa menyebut, sikap yang dianjurkan Allah Taala dalam bersedekah. Mengapa demikian? karena ketika seseorang telah bersedekah kepada yang membutuhkan  dan mereka benar-benar kesusahan maka orang tersebut sedang menolong karena Allah.

Tetapi jika disebut-sebut dan terkesan pamer lantas kita menyakiti hati penerima dengan selalu mengungkit pemberia tersebut di depan penerima maupun orang lain, maka akan merusak pahala yang kita lakukan.

Sayang sekali, jika kita sudah berniat dengan baik kemudian riya’ dengan sikap sendiri, maka pahala yang telah ditentukan akan berkurang. Sikap menyebut dan mengungkit pemberian seperti ini seringkali tidak sadar kita lakukan. Ini mengakibatkan penerima merasa hina dan tidak dihargai, na’udzubillah.

Semoga kita terhindar dari sikap seperti ini. Jika sudah memberi, maka lupakan. Dengan demikian seperti tangan kanan memberi, tangan kiri tidak tahu.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.