Memelihara amanah – mari kita berbenah

Islam Komiruddin
Terbaru oleh Komiruddin
Memelihara amanah - mari kita berbenah
Memelihara amanah - mari kita berbenah © Arne9001 | Dreamstime.com

Ada ungkapan menarik, ‘Tidak ada orang baik yang tidak punya masa lalu, dan tidak ada orang jahat yang tidak punya masa depan’. Saya tidak tahu siapa yang pertama kali mengucapkannya, namun membaca ini, ada ketenangan yang saya rasakan.

Sebuah ketenangan akan makna kasih sayang, kemuliaan insan serta harapan akan sebuah akhir yang baik dari setiap proses kehidupan dan amal kebaikan yang senantiasa kita lakukan.

Menjadi luar biasa dan memelihara amanah

Kesalahan yang pernah kita lakukan adalah tanda bahwa kita adalah manusia biasa. Tapi ketika datang kemauan untuk berubah, kita akan menjadi manusia yang luar biasa. Bagi seorang muslim, kita semua memahami bahwa semua manusia diciptakan dari zat yang sama, Tuhan yang sama.

Kita diciptakan untuk sebuah misi yang sama, yaitu Menyembah dan beribadah kepada Allah SWT serta menjadi khalifah di muka bumi ini. Allah menciptakan manusia tidaklah dengan main-main tetapi dengan tujuan yang haq. Dengan diberi tugas dan kewajiban yang akan dimintai pertanggungjawabannya.

“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?”

(Quran surah al-Mukminun, ayat 115)

 

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”

(Quran surah adz-Dzariyat, ayat 56)

Tugas utama manusia adalah memelihara amanah yang Allah Subhanahu wata’ala pikulkan kepadanya, setelah langit dan gunung enggan memikulnya.

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,”

(Quran surah al-Ahzab, ayat 72)

Mari kita berbenah

Ayo, mari kita berbenah. Ada tugas kebaikan yang harus kita emban. Tugas yang langsung turun perintahnya dari Sang Pencipta, Allah SWT. Siapapun kita, baik berasal dari kota maupun desa, Indonesia maupun negara lainnya.

Berkulit putih, hitam, sawo matang, kuning dan warna lainnya, banyak harta ataupun orang tak punya. Semua kita memiliki tugas yang sama, yaitu mengabdi dan menjadi penjaga amanah Sang Pencipta. Pembeda kita dengan manusia yang lainnya hanyalah pada ketaqwaan dan amal kebaikan yang kita lakukan

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

(Quran surah al-Hujurat, ayat 13)

 

“Barang siapa yang mengerjakan kebaikan (amal saleh) baik lelaki maupun wanita, dalam keadaan beriman, maka baginya kehidupan yang lebih baik.”

(Quran surah an-Nahl, ayat 97)

Setiap orang pasti ingin berubah lebih baik lagi. Maka dari itu, kita harus punya hasrat kebaikan yang tinggi. Kapanpun hasrat untuk berubah itu datang, jangan anggap ada kata terlambat. Percayalah, keinginan untuk berubah lebih baik lagi selalu datang di waktu yang tepat.

Allah SWT tak pernah tidur. Ia tahu kapan harus membuat umat-Nya menjadi lebih baik lagi. Dia yang paling tahu apa yang terbaik untuk hidup kita.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.