Memformulasi sabar dalam budaya antre

Budaya Kkartika Sustry 26-Agu-2020
Contoh sepeda motor dalam antrean © Tirta Ajie Irawan | Dreamstime.com

Antre salah satu aktivitas menunggu yang membosankan. Namun, hal ini bisa kita manfaatkan untuk menguji karakter sabar seseorang. Misalnya, Seseorang dihadapkan pada antrean panjang menunggu di bank, atau sedang mengantre panjang untuk menukar resep obat.

Jika ingin melihat bagaimana sikap toleransi seseorang dan sabar yang ia terapkan, lihatlah ketika dia menunggu, jika ia rela menjadi antrean paling belakang maka dia termasuk orang yang sabar. Sabar memang tidak bisa diukur, tetapi perlu dilatih dari hal-hal terkeci, seperti budaya mengantre.

Budaya mengantre mengajarkan bahwa kita perlu menghargai orang lain, mengerti siapa diri kita. Jika kita mendapat antrean paling depan maka ada banyak yang bersabar dibelakang kita. Juga ketika menjadi barisan paling belakang maka perlu bersabar.

Pada sebuah hadis Rasulullah SAW, dari Umar r.a, Baginda bersabda: “Tidak boleh  bagi seseorang menyuruh orang lain berdiri atau pindah dari tempat duduknya lalu ia duduk di tempatnya.” (Mutafaqun ‘alaih)

Berdasarkan hadis tersebut dapat dipahami bahwa seorang tidak mengambil hak orang lain, dalam hal ini situasi mengantre. Jika kita melakukan penyerobotan, maka kita tergolong orang-orang yang dzolim. Bagaimana tidak, menyerobot lebih dulu ke depan berarti mengambil hak orang lain, tentunya kita tidak menjadi kategori sabar.

Sabar berasal dari bahasa Arab صبر yang berarti ‘Menahan’. Secara umum sabar memiliki makna yang luas yakni menahan diri dari hal-hal yang tidak baik, sabar menghadapi ujian dalam kesulitan atau sesuatu yang tidak kita sukai.

Allah SWT mengajarkan kita untuk selalu bersabar dalam situasi apapun. Dalam firman-Nya dikata: “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah bersama orang-orang sabar.” (Quran surah al-Baqarah, ayat 153)

Umat Muslim bisa mengamati bagaimana budaya antre yang menjadi salah satu faktor seseorang bersifat sabar. Banyak hal yang bisa kita lakukan ketika sedang menunggu, orang bijak dapat mengambil faedah dalam segala situasi termasuk ketika mengantre. Setiap orang mau lebih efektif dan praktis.

Namun, disaat mengantre inilah kita dilatih untuk bersabar. Lakukan hal-hal yang membuat kita nyaman ketika mengantre seperti membaca al-Quran, berita-berita terkini, tadabbur ayat atau bisa mengajk orang lain bercerita. Jika kita bersabar ada faedah yang tak terduga, bisa jadi orang yang di depan kita membatalkan antrean sehingga jadi lebih cepat atau juga ada yang berurusan mendadak maka nomor antrean diberikan kepada kita.

Jadi mari latih diri kita untuk bersabar, semakin kita bisa menerima bahwa mengantre adalah budaya yang baik maka kita akan paham bagaimana bertoleransi dengan orang lain, menghagai orang lain juga menanamkan sifat sabar yang luar biasa.