Buletin SalamWebToday
Daftar untuk mendapatkan artikel SalamWeb Today mingguan!
Mohon maaf, kesalahan terjadi karena alasan:
Dengan berlangganan, anda menyetujui Persyaratan dan Kebijakan Privasi SalamWeb
 Seni Buletin

Menahan amarah dalam Islam

Doa 08 Jan 2021
Opini oleh Kkartika Sustry
Menahan amarah dalam Islam
Menahan amarah dalam Islam © Chingyunsong | Dreamstime.com

Islam mengajarkan untuk selalu berbuat baik lagi terpuji,  juga melarang perbuatan tercela. Hal demikian itu ada jika kita jalankan dengan tulus dan ikhlas tentu ada kebaikan.

Ada hal yang kita anggap sepele tetapi jika kita lakukan berdampak buruk bagi kita seperti marah.

Menahan amarah dalam Islam

Amarah atau marah merupakan luapan emosi seseorang yang sedang dilanda masalah, dengan aura dipengaruhi setan   sehingga menjadikan diri kita terkendali. Seseorang yang sedang marah bisa saja melakukan hal-hal yang tidak diinginkan seperti  membanting  dan memecah barang, memaki bahkan berkata-kata yang tidak baik sehingga bisa berbahaya bagi diri sendiri maupun orang lain.

Oleh karena itu seyogyanya kita menahan amarah kita agar terhindar dari hal-hal yang tidak baik. Dalam al-Quran Allah SWT berfirman:

“Yaitu orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang, Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”

(Surah al-i Imran, ayat 134)

Analogi seseorang yang marah dengan memaki dan mengeluarkan ucapan buruk seperti seorang yang menancapkan paku di dinding sekalipun sudah dicabut tetap saja lubang paku tersebut membekas dan tidak hilang.

Begitupun jika kita marah secara berlebihan maka orang yang mendengar ucapan kita juga akan mengingat apa yang kita katakan. Jadi, mari kita berusaha menahan diri dari amarah, sekalipun sulit dengan berangsur mengurangi amarah maka kita akan mendapat pahala atas usaha kita.

Bagaimana menahan amarah pada diri kita? bisa kita melihat cara Rasulllah SAW dalam mengendalikan diri ketika sedang marah dengan berbagai tips berikut ini:

Membaca ta’awudz & berdoa

Membaca ta’awudz dengan tujuan menahan marah agar terhindar dari pengaruh setan yang terkutuk. Dengan mengingat Allah SWT dan berdoa agar terhindar dari keburukan maka bacalah selalu ta’awudz: a’udzu billahi minasy syaithonrrajim (Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk).

Bacalah secara berulang kali agar menjadi redah amarah di jiwa kita. Insya Allah, ada ketenangan ketika sedang marah dan usahakan alihkan aktivitas ke yang lain. Bahkan ketika kita sedang menahan marah diharapkan untuk terus berdoa memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Berwudu

Marah itu dari setan dan membuat kita menjadi panas sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudu.”

(Hadis riwayat Ahmad dan Abu Daud)

Wudu berfungsi menyucikan diri dari segala kotoran dan najis, secara ruhiyah wudu berarti menjauhkan dari penyakit hati salah satunya marah. Orang yang senantiasa menjaga wudu tentunya jiwanya akan tenang.

Membaca istighfar dan berzikir

Ketika kita sedang dilanda emosi dan amarah yang menggebu-gebu maka setan akan dengan mudah menguasai hati kita. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memperbanyak istighfar dan mengingat Allah SWT.

Dengan demikian apa yang sedang kita risaukan akan diberi petunjuk oleh Allah SWT. Bahkan masalah yang sedang dihadapipun bisa diselesaikan dengan tenang.

Menjaga lisan

Marah sering kita ekspresikan dengan kata-kata, bahkan kata yang tidak terkontrol keluar dari mulut kita dengan ucapan yang tidak baik didengar. Seyogyanya kita dalam menahan amarah dengan menjaga lisan kita.

Tetapi jika kita tidak bisa menjaga lisan dengan baik, maka jadilah diam.