Mencium kaki ibu

Keluarga 22 Des 2020 Kkartika Sustry
Kkartika Sustry
Mencium kaki ibu
Mencium kaki ibu © Korn Vitthayanukarun | Dreamstime.com

Ibu merupakan wanita tangguh yang diberikan keistimewaan oleh Allah SWT untuk mengandung selama sembilan bulan. Melahirkan dan merawat anaknya. Predikat ini tidaklah diberikan kepada seorang laki-laki melainkan hanya seorang ibu.

Begitu mulianya seorang ibu, pengorbanan yang ia lakukan dengan tulus untuk kita sebagai anaknya. Maka dari itu penting sekali bagi kita untuk menghormati dan menjadi anak yang berbakti kepada ibu untuk membalas jasanya dalam melahirkan kita.

Mencium Kaki Ibu

Namun, sekalipun kita berikan seluruh hidup kita tidaklah cukup untuk merasakan sakit dan kesusahan ia ketika mengandung kita dan merawat di kala kecil. Hanya saja seorang ibu tidaklah memperhitungkan hal demikian ketika ia melihat anaknya sudah membanggakan dan menjadi saleh dan saleha yang baik akhlaknya itu lebih dari cukup.

Hadis Rasulullah SAW menyebutkan bahwa kita diharapkan untuk menghormati ibu dengan derajat tiga tingkat lebih tinggi dibanding seorang ayah. Namun, bukan berarti seorang ayah tidak patut kita hormati melainkan jasa pengorbanan seorang ibu yang mesti kita perhatikan dan kita balas dengan kebaikan.

Mencium kaki ibu terdapat perbedaan para ulama dalam hukumnya. Ada yang membolehkan, namun ada pula yang melarang dengan dalih dikhawatirkan kita terlalu menganggungkan melebihi Rasulullah SAW.

Ibu, sudah sewajarnya mendapatkan bakti dari anak yang telah dikandungnya selama sembilan bulan. Berbagai ujian dilewatinya demi seorang anak yang ia rindukan.

Surga itu di bawah telapak kaki ibu

Bahkan Rasulullah SAW bersabda:

“Aljannatu tahta aqdami ummahat – Surga itu di bawah telapak kaki ibu.”

(Hadis riwayat an-Nasa’i, dalam sunnannya no. 3104)

Hadis ini merupakan kiasan Rasulullah SAW untuk seorang anak agar berbakti kepada orangtua terkhusus kepada ibu. Surganya anak di bawah kuasanya seorang ibu, jika seorang anak ingin mendapatkan surga maka diharapkan untuk merawat ibu dan tidak menyakitinya.

Hati seorang ibu begitu lembut. Batinnya sangat mudah tersentuh. Maka dari itu kita jaga lisan kita, perilaku kita agar tidak menjadi anak yang durhaka dan membuat ibu terluka.

Surga di bawah telapak kaki ibu. Maka, mulailah membalas jasa seorang ibu dengan memberikan ia kebahagiaan dengan  kita menjadi anak yang saleh dan saleha serta selalu mendoakan ibu setiap waktu.

Indonesia mengenalnya pada tanggal 22 Desember dengan peringatan Hari Ibu. Namun bagi kita, hari ibu merupakan setiap hari untuk kita yang senantiasa memberikan kasih sayang dan membalas jasanya dengan selalu mendoakan dan berbakti kepada ibu sepanjang waktu.