Mendidik anak menjadi pribadi bermanfaat

Langkah awal mendidik anak © Odua | Dreamstime.com

Sebuah ungkapan hadis mengatakan: “Sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat bagi manusia lain.” Kata-kata itu sejak usia belia selalu disampaikan oleh guru-guru kita dibangku sekolah. Sebuah ungkapan yang baru disadari maknanya pada saat menginjak usia remaja. Bahwa  untuk mencapai itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.

Karena tidak mungkin kita bisa memberi manfaat jika kita tidak memiliki nilai yang bisa kita berikan pada yang membutuhkan, teko yang berisi air saja yang bisa dituangkan ke cangkir dan diminum sebagai pelepas dahaga. Dan perjalanan langkah kaki sampai kita  menjadi pribadi sukses seperti sekarang tidak luput dari lika liku perjuangan, kerasnya kehidupan dan tempaan zaman yang tidak jarang menguras air mata untuk mengenangnya.

Seringkali kita menyaksikan saat ini remaja-remaja, generasi muda  seperti kehilangan orientasi dalam menjalani dan memaknai hidup. Berbagai macam problem yang muncul akhir-akhir ini selalu saja melibatkan generasi muda. Yang negatif kita menyaksikan begitu banyak mereka yang terjerumus pada pergaulan bebas, seks bebas, narkoba, balapan liar, minuman keras dan berbagai penyakit masyarakat yang seolah sudah lengket dengan aktivitas generasi muda kita. Bahkan tidak jarang kita temui mereka sudah berada diluar batas kewajaran seperti tega memperkosa, bahkan membunuh hanya untuk memenuhi hasrat sesaat.

Hal ini diperparah dengan lingkungan yang tidak acuh dengan prilaku remaja kita. Sikap cuek dan tidak peduli sebagian masyarakat menjadi perestu bagi mereka untuk melakukan kegiatan-kegiatan bernuansa negatif. Dan terkadang orang tua sebagai yang paling dekat dengan anak pun banyak yang tidak tau apa sebenarnya aktivitas sang anak ketika di luar rumah. Maka jadilah mereka generasi bebas tanpa kontrol yang bisa berbuat apa saja menurut selera muda mereka.

Langkah konkret dari para orang tua dan masyarakat sangat diperlukan. Lakukan upaya pengawasan terhadap anak-anak kita ketika mereka beraktivitas di luar rumah. Pastikan mereka melakukan hal-hal yang positif saja. Upaya sekecil apapun dari orang tua sangatlah berpengaruh dan berperan penting dalam mengatasi perilaku anak yang negatif. Masyarakat pun di harapkan memberikan kontrol sosial, ketika menyaksikan dengan kasat mata aktivitas negatif dari generasi muda di sekitar kita maka tegurlah dan nasehatilah mereka.

Hal sederhana ini, insya Allah menjadi langkah awal bagi kita untuk memperbaiki generasi yang sudah mulai rusak tergilas oleh kejamnya globalisasi dan teknologi yang tidak mampu dipilah dan difilter secara baik oleh generasi muda. Semoga kita bisa.