Meneladani budi pekerti Nabi Muhammad SAW

dreamstime_s_22098829
Meneladani budi pekerti Nabi Muhammad SAW © Wong Sze Yuen | Dreamstime.com

Artikel ‘Meneladani budi pekerti Nabi Muhammad SAW’ ini coba melihat kepada budi pekerti Nabi Muhammad SAW yang merupakan didikan langsung dari Allah SWT. Baginda dikenal dengan kebaikan dan terjaga dari kesalahan. Kesabarannya luar biasa, pemaafnya tak terkira.

Hal ini seperti yang dikatakan ibunda Aisyah r.a:

“Jika dihadapkan dua perkara, Rasulullah SAW selalu memilih yang termudah selama tidak mengandung dosa. Jika mengandung dosa Baginda menjauhinya. Baginda tidak pernah berniat balas dendam atas hal yang menimpa dirinya. Namun, Baginda akan membalas jika kehormatan Allah SWT yang diganggu. Baginda juga terkenal menahan marah dan cepat merelakan kesalahan orang lain.”

(Hadis Riwayat Bukhari)

Dermawan dan pemberani

Kedermawanannya Nabi Muhammad SAW tak berbatas. Baginda memberi tanpa ada rasa kekhawatiran akan takut miskin. Sebagaimana pernyataan Ibnu Abbas r.a, Baginda adalah sosok yang paling dermawan, apalagi di bulan Ramadan.

Rasulullah SAW adalah sosok pemberani. Pantang mundur menghadapi musuh dan tak pernah gentar di depan lawan. Meskipun begitu, Baginda juga sangat pemalu, bahkan lebih pemalu dari anak gadis dalam pingitan. Karenanya Baginda lebih banyak menundukkan pandangan dan tak berlama-lama memandang wajah orang.

Dialah manusia yang paling adil, jujur katanya dan dapat dipercaya. Sehingga penduduk makkah menggelarinya dengan Al-Amin (paling dipercaya). Sebelum Islam datang, beliau menjadi tempat bertanya karena dapat memecahkan permasalahan yang ada.

Rendah hati dan menepati janji

Rendah hati dan jauh dari kesombongan adalah sifat mulia lainnya. Rasulullah SAW melarang orang-orang berdiri menyambut kedatangannya. Beliau dekat dengan orang kaya dan miskin. Memenuhi undangan siapapun, baik dari budak ataupun majikan.

Tidak ada beda ketika berkumpul bersama sahabat. Berperilaku baik pada pelayan-pelayannya. Beliau selalu menepati janji, menjaga silaturrahmi, penyayang pada sesama, paling baik cara bergaulnya, dan sempurna akhlaknya.

Dalam al-Quran, Allah SWT menegaskan:

“Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur.”

(Surah al-Qalam, ayat 4)

Karena akhlak mulia inilah yang menggerakkan jiwa-jiwa mendekatinya. Hati manusia terpaut mencintai dan melunakkan tabiat yang membenci. Sehingga orang berbondong-bondong masuk agama Islam tanpa paksaan.

Sebagai seorang muslim sudah sepatutnya kita menjadikan Rasulullah SAW sebagai panutan. Ayo kita terus meneladani budi pekerti Nabi Muhammad SAW karena hanya beliaulah yang pantas untuk dicontohi.

Mari mensyiarkan Islam melalui perbuatan dan perkataan yang berbudi. Kemudian menghindarkan diri dari penyebaran hoaks dan caci maki.