Mengagumi Islam di museum-museum Madinah

Museum Al-Madinah © arabnews.com/node/1577831/saudi-arabia

Selain beribadah di Masjid Nabawi, para peziarah dapat menambah pengetahuan, baik tentang Islam maupun sejarah masyarakat Arab di museum-museum di seputar Masjid Nabawi. Di bawah ini terdapat beberapa museum yang sangat layak dikunjungi saat berada di Madinah.

Museum Galeri Nama-nama Indah Allah SWT

Museum Galeri Nama-nama Indah Allah atau The Beautiful Names of Allah Gallery ini diletakkan pada nomor urut satu karena letaknya yang paling dekat dengan Masjid Nabawi. Tepatnya berada di sebelah kanan kompleks masjid. Tempat ini lebih sering disebut sebagai Galeri Asma al-Husna karena memuat nama-nama yang baik milik Allah SWT.

Ditulis dengan kaligrafi yang indah dan media beraneka ragam. Yang menarik, nama-nama Allah SWT divisualisasikan dengan peristiwa yang nyata dan kebesarannya di muka bumi ini, seperti foto pohon Sequoia, foto panas lahar gunung api, serta foto tsunami Aceh tahun 2004.

Museum Al-Quran

Museum kedua yang dekat dengan Masjid Nabawi adalah Museum al-Quran atau the Holy Quran Exhibition/Ma’radl al-Quran al-Karim. Lokasinya hanya berjarak 10 menit dari pintu 5 Masjid Nabawi.

Museum ini terdiri dari 4 ruangan. Ruangan pertama menyuguhkan sebuah al-Quran berusia ratusan tahun, tepatnya 949 tahun yang lalu. Ruangan ke dua, pengunjung akan melihat al-Quran yang ditulis di berbagai media. Seperti al-Quran yamg ditulis di atas kain oleh seseorang yang ternyata tidak jago bahasa Arab namun dia seorang penghapal al-Quran.

Pada ruangan ketiga, terdapat digitalisasi al- Quran. Di sini, pengunjung dapat melihat sejarah al-Quran yang terjaga keasliannya dari jaman Nabi Muhammad SAW hingga sekarang. Cerita ini ditampilkan dalam layar besar yang bisa ditonton pengunjug Diterangkan juga kita sebagai umat Muslim harus turut menjaga al-Quran ini. Di ruangan ini pengunjung juga dapat mencoba gawai yang disediakan untuk mendengarkan murotal yang ada memakai headset.

Ruangan ke 4 adalah ruangan terakhir di mana pengunjung dapat melihat sejarah peradaban al-Quran dari masa ke masa. Mulai dari bentuk fisik al-Quran awal pemerintahan Sahabat Nabi hingga ke jaman sekarang yang sudah maju peradabannya.

Sebelum pintu keluar, pengunjung bisa membeli al-Quran untuk diwakafkan ke masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Harganya juga cukup terjangkau yaitu 120 riyal untuk 4 buah al-Quran. Kunjungan ke museum ini adalah gratis, bahkan difasilitasi pula oleh pemandu berbahasa Indonesia.

Museum Al-Madinah

Museum ini bisa kita kunjungi saat berziarah ke Masjid Quba, Madinah. Museum yang terletak di samping masjid ini memang berukuran kecil dan tidak banyak artefak yang dipamerkan, melainkan hanya foto-foto situasi Madinah saja. Oleh karena itu disebut sebagai Ma’radl atau ruang eksibisi.

Namun yang menarik, terdapat maket kota Madinah yang dibuat pada masa Turki Usmani (Ottoman). Di sana digambarkan rencana besar Turki untuk membangun jalur kereta api dari Istanbul ke Madinah. Sayangnya rencana itu memuai seiring runtuhnya dinasti Ottoman.