Mengambil pengalaman dan sikap dari orang lain

Kehidupan Komiruddin 20-Sep-2020
two muslim women
Mengambil pengalaman dan sikap dari orang lain © Joserpizarro | Dreamstime.com

Pengalaman adalah guru kehidupan. Dalam menentukan langkah seseorang harus mengambil pelajaran dan pengalaman masa lalu. Dengan belajar dari pengalaman orang,  kita bisa menghemat waktu,  memperpendek jalan dan menghemat energi.

Bila seseorang ingin mengambil sikap atau keputusan sebaiknya dia meminta pendapat mereka yang pernah bergelut di bidang itu. Ia patut mendengar dan mengambil ibrah dari semua sisi dan dimensi. Sebab boleh jadi ini adalah jalan pertama yang akan ditempuh.

Kita patut belajar dari Bilqis seorang ratu di negeri Saba ketika sampai kepadanya surat dari Nabi Sulaiman a.s. Ia kumpulkan elit-elit istana untuk dimintai pendapat karena bisa jadi mereka lebih tahu dan tepat dalam mengambil keputusan.

Berkata ia (Balqis): “Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia. Sesungguhnya surat itu, dari Sulaiman a.s dan sesungguhnya (isi) nya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang berserah diri.” Berkata dia (Balqis): “Hai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam urusanku (ini) aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu berada dalam majelis (ku).”

Jangan sesekali meremehkan orang serendah apapun pekerjaannya. Sebab bisa jadi di jalan itu ia yang paling mengerti,  di bidang itu ia yang paling mumpuni. Walau strata pendidikannya lebih rendah.

Penyakit kita adalah sering menganggap orang lain tak ada artinya. Kita mungkin sering mengatakan, ‘Aah…anak lulusan SMA tahu apa!’ Penyakit kita, kadang kita enggan mendengar apalagi mengikuti pendapat orang lain, karena kita sudah mengambil sikap. Padahal, belum tentu benar atau tepat.

Jika kebanyakan orang sudah mengatakan sikap yang kau ambil itu ‘tidak tepat’, seharusnya segera introspeksi diri dan menghilangkan ego. Apalagi, bila hari demi hari sikap yang kita ambil menimbulkan dampak  yang tidak baik.

Seorang pebisnis yang handal selalu mengevaluasi setiap keputusan yang dia ambil. Dengan adanya evaluasi kerugian akibat tidak tepat mengambil kebijakan akan segera diminimalisir dan perusahaan dapat diselamatkan.

Tapi kadang ada orang yang sangat yakin dengan pendapatnya,  sehingga dalam berjalan tak melihat kanan dan kiri.  Ia pakai kacamata kuda. Tidak menghiraukan apa yang ada di sekelilingnya atau mendengar teriakan orang yang mengingatkan.

Dia akan sadar kalau sudah membentur tembok atau batu,  atau sudah masuk jurang dan tenggelam di sungai. Ya, kadang seseorang sadar dan siuman bila sudah ada benturan dari sana dan sini,  dan saat itulah akan kembali atau menyesali.