Mengenal Khorasan kuno: Ibukota kebudayaan Persia Raya

Sejarah Asna Marsono
Terbaru oleh Asna Marsono
Mengenal Khorasan kuno: Ibukota kebudayaan Persia Raya
Mengenal Khorasan kuno: Ibukota kebudayaan Persia Raya © Turfantastik | Dreamstime.com

Khorasan… wilayah yang terletak di antara Afghanistan dan Iran ini sering terkait dengan kontroversi dan kerusuhan. Tetapi sangat sedikit yang diketahui tentang sejarah toleransi beragama yang kaya bersama dengan sejarah keseniannya.

Daerah kaya Khorasan dan pentingnya budaya Khorasan

Menurut Geografer, wilayah kuno Khorasan sebenarnya adalah daerah luas yang mencakup Afghanistan utara bersama dengan Uzbekistan dan Turkmenistan. Tetapi kisah sejarah legenda juga termasuk dari daerah selatan dan tengah Afghanistan.

Para penyair dan penulis:

Khorasan sangat penting terhadap perkembangan budaya di masa lalu. Bahasa Persia baru dikembangkan di wilayah ini yang menggusur bahasa Parthia. Sebagai konsekuensinya, era baru sastra Persia berkembang.

Khorasan adalah tempat kelahiran banyak ulama dan sastrawan Islam besar. Penyair Persia awal seperti Shahid Balki, Abu al-Abbas, Abu Hafs Sugdhi lahir di Khorasan. Dikatakan bahwa penyair besar Rumi dan Abul Qasim Firdausi juga lahir di wilayah ini.

Para pejuang sains:

Sampai penjarahan oleh Mongol pada abad ke-13, Khorasan adalah ibu kota budaya Persia. Terlepas dari sastrawan di atas,  Khorasan juga merupakan sarang bagi para ilmuwan seperti Ibnu Sina, Al-Farabi, Al-Biruni, Umar Khayyam, Abu Wafa, dan sebagainya.

Para cendekiawan terkemuka ini sebagian besar dikenal karena kontribusi penting mereka dalam matematika, astronomi, kedokteran, fisika, dan ilmu bumi. Para insinyur dan arsitek kuno juga ada di Khorasan.

Khorasan terkenal dengan artefak, teknik tekstil, dan benda logam zoomorfik. “Singing bowl of Asia” yang terkenal mungkin ditemukan di Khorasan kuno, seperti yang diklaim beberapa arkeolog.

Para kolektor hadis:

Sejumlah ulama mufti Islam dan imam besar berasal dari wilayah kuno Khorasan. Imam Bukhari, Imam Muslim, Abu Dawud, Al-Tirmidhi, Al-Ghazali dan sebagainya.

Orang-orang hebat tersebut dengan penuh dedikasi mengumpulkan apa yang dikatakan Nabi kita tercinta Rasulullah SAW dan membimbing umat Islam di dunia.

Toleransi beragama dan Sufisme di Khorasan

Tradisi Islam Khorasan dulunya penuh kedamaian. Sepanjang sejarah, orang-orang Afghanistan Khorasan menghormati agama lain dan hidup damai. Selama berabad-abad, daerah ini adalah salah satu wilayah paling spiritual dengan reputasi agama yang kuat.

Anda akan menemukan banyak umat Hindu dan Sikh di Khorasan, dan mereka saling menghormati dengan warga Muslim. Cendekiawan Islam dan Sufi dianggap sebagai pencetus nyata dari negara Afghanistan.

Puisi dan tulisan Sufi yang terkenal, sangat terkait dengan masyarakat dan agama memberi rakyat Afghanistan harapan dan keberanian. Orang Afghanistan menyukai puisi Sufi, seperti saat mereka menggunakan burung sebagai metafora hidup. Puisi itu berasal dari puisi sufi besar abad ke-11 Iman Ghazali, ia menulis,

“Aku adalah burung dan badan ini hanyalah sangkarku

Kini aku lanjut terbang dan badan ini kutinggal sebagai kenangan”

Estetika spiritual yang dibentuk dan menjadi ciri khas keberadaan Khorasan sejak zaman dahulu, semangat untuk belajar, pikiran logis, dan kecintaan terhadap karya sastra dapat dirasakan di daerah setiap hari, pada setiap orang.