Mengenal Zainal Songket

Budaya Muhammad Walidin 17-Sep-2020
ZainalSongket_2017-12-29-inspirock.comindonesiapalembangzainal-songket
Zainal Songket © inspirock.com

Selembar kertas dalam bingkai besar bertuliskan, “Dear Mr. Arifin. Thanks for the beautifully wrapped present during my visit to Indonesia”, dari Laura Bush menggambarkan kekagumannya terhadap tenun songket karya Zainal. Busana megah, unik, dan berkelas ini telah memincut kesan istri mantan President USA; George Bush saat kunjungannya ke Indonesia tahun 2007 lalu.

Sebuah bingkai ucapan terima kasih dari keluarga Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono juga terpampang di dinding galeri Zainal Songket. Ucapan itu berkisar tentang indahnya busana songket yang digunakan mempelai dan keluarganya pada 22-26 November 2011.

Berbagai tokoh telah mengapresiasi karya disainer asal Palembang ini. Di antaranya adalah mantan presiden Megawati Soekarno Putri, Presiden Jokowi. Semua moment indah penghargaan tergantung rapi di Galeri Zainal Songket yang terletak di Jl. Ki Gede Ing Suro, Tanggo Buntung, Palembang.

Bernama lengkap Zainal Arifin, desainer kondang asal Palembang kelahiran tahun 1966 ini memang tidak jauh dari industri songket. Ayah ibunya; Hj. Nyayu Fatimah dan H. Kiagus Husin Rahman adalah tokoh tenun songket Palembang. Kedelapan saudaranya juga turut dalam pengembangan usaha tenun songket.

Namun, Zainal mengambil kesempatan mengembangkan songketnya di Jakarta pada tahun 1989. Ia membuka galeri di Jl. Kebon Kacang Jakarta. Dari sanalah, songket karya Zainal dibawa oleh pencintanya hingga ke Malaysia, Singapura, Brunai, Perancis, Inggris, Amerika, dan Filipina.

Sejak sukses dengan usaha songket di Jakarta, Zainal membuka cabang outlet/butik di Bandung, Medan, Bogor, dan Palembang (1999). Penulis, di bulan Agustus yang cukup hangat menyempatkan diri berkunjung ke galeri yang berada di kawasan sentral Industri Pengrajin Songket Tanggo Buntung, Palembang.

Pada kunjungan ini, penulis lebih banyak menyerap informasi dari putra sulungnya, Pak Imron. Pada kunjungan penulis yang lalu, penulis membawa sejawat turis Muslim dari Amerika Serikat bernama Syekh Samikh Syahadat yang dengan bangga membeli beberapa kain untuk keluarganya di Amerika.

Sebagai tokoh tenun songket, Zainal melestarikan motif-motif lama songket di samping juga mencitptakan motif baru. Ruang inovasi juga terbuka pada bahan benang dan warna. Dan akhir dari mahakarya ini adalah busana songket yang menjadi spesialiasi dari seorang desainer kita; Zainal Arifin.

Zainal sudah identik dengan songket. Bahkan ia bersumpah akan membela songket sampai mati bila ada yang mengaku bahwa songket bagian dari negara orang lain. Sebuah sikap nasionalisme yang patut dicontoh oleh generasi milenial Indonesia.