Buletin SalamWebToday
Sign up to get weekly SalamWebToday articles!
Mohon maaf, kesalahan terjadi karena alasan:
Dengan berlangganan, anda menyetujui Persyaratan dan Kebijakan Privasi SalamWeb
 Seni Buletin

Mengenali pontensi anak dalam berbahasa

Keluarga 29 Nov 2020
Mengenali pontensi anak dalam berbahasa
Mengenali pontensi anak dalam berbahasa © Odua | Dreamstime.com

Proses pendidikan seseorang dimulai sejak dini. Dari ketika seseorang berusia dua tahun potensi anak bisa terus digali, salah satunya kemampuan berbahasa. Mengenali pontensi anak dalam berbahasa. Dan orientasi seseorang mampu berbahasa yakni berkomunikasi dengan baik.

Seseorang dapat menyampaikan dengan baik maksud ide dan pikiran kepada orang lain.

Beri kesempatan pada anak untuk berbicara satu sama lain

Slamet mengatakan bahwa proses pengenalan bahasa pada anak bisa dengan secara lisan. Yaitu dengan mengajak anak berinteraksi dengan lawan bicara melalui kegiatan yang disukainya seperti bermain drama, show and tell (menunjukkan dan menceritakan), bermain paralel dan kooperatif.

Hal ini akan membantu anak untuk berkomunikasi secara lisan yang berdampak pada kemampuan dan kelancaran dalam berucap juga menambah perbendaharaan kata seorang anak.

Dalam mengembangkan kemampuan berbahasa seorang anak, orangtua perlu memberi kesempatan pada anak untuk berbicara satu sama lain. Hendaknya dari sejak kecil anak dilatih untuk selalu bertanya, dan mengutarakan apa yang ada dipikirannya sehingga mampu menggali potensi anak dalam berbicara.

Jika melihat potensi seorang anak dalam berbicara dan berkomunikasi selalu meningkat maka bisa mengembangkan potensi berbahasa anak. Dengan demikian, orangtua menindaklanjuti kemampuan berbahasa anak secara literatur dengan kemampuan menulis dan berkomunikasi di depan umum.

Mengenali pontensi anak dalam berbahasa: ciri-ciri kecerdasan

Seorang anak yang memiliki potensi kecerdasan berbahasa tentunya dengan berbagai ciri-ciri yaitu:

  1. Memiliki perbedaharaan kata yang lebih banyak dari anak lain
  2. Antusias jika diajak berkomunikasi
  3. Percaya diri berbicara di depan umum
  4. Senang membaca buku dan membacakan untuk orang lain
  5. Suka memberi komentar terhadap orang lain
  6. Menyukai bermain peran
  7. Suka membuat tulisan seperti puisi, diari, cerpen dan tulisan ilmiah
  8. Tertarik mempelajari bahasa asing ataupun daerah

Ketika orangtua ingin menggali kemampuan berbahasa seorang anak, maka perlu distimulasi dengan berbagai cara. Di antaranya mengarahkan anak untuk bisa membaca buku yang bercerita, jika dia telah selesai untuk bercerita arahkan untuk membaca buku berikutnya.

Kemudian ajak anak untuk menonton pertunjukan seni agar dia bisa berimajinasi dan meceritakan kembali apa yang telah disaksikan. Selanjutnya orangtua bisa mengarahkan anak dengan menulis kegiatan sehari-hari dalam buku diari, atau mengungkapkan kata-kata dalam bentuk tulisan.

Semakin anak digali potensinya, semakin mahir dalam membuat karya yang bisa meningkatkan kecerdasan dalam berbahasa.