Menghadapi perilaku buruk dari anggota keluarga

Keluarga 09 Feb 2021 Sanak
Terbaru oleh Sanak
Menghadapi perilaku buruk dari anggota keluarga
Menghadapi perilaku buruk dari anggota keluarga © Odua | Dreamstime.com

Menjadi pribadi yang saleh dan berada dalam lingkungan yang baik adalah impian semua insan. Namun sudah menjadi sunnatullah, manusia yang berperilaku buruk akan tetap dijumpai di mana-mana, suka ataupun tidak. Tak terkecuali, di keluarga sendiri.

Lantas bagaimana menghadapi perilaku buruk ini. Membalas dengan perlakukan yang sama ataukah mengalah. Syariat Islam telah mengajarkannya.

Menerima dan memaafkan

Hal buruk yang menimpa kita adalah ujian dari Allah Taala. Maka tidaklah pantas kita menyalahkan siapapun. Terimalah perlakuan buruk itu, baik dari keluarga ataupun orang lain.

Seiring waktu kita berusaha untuk mengoreksi sifat buruknya tersebut. Bahkan, jika dia memperlakukan kita dengan kasar, rendah hatilah. Karena kejelekan kita masih lebih banyak dari yang ia utarakan.

Ketika kita senantiasa rendah hati, boleh jadi akan melelehkan hatinya pada suatu saat. Aisyah r.a berkata tentang kerendahan hati Rasulullah SAW, “Nabi tidak pernah membalas dendam pada siapa pun demi dirinya sendiri (sebaliknya, dia akan memaafkan semua orang).”

Jangan marah dan dengarlah keluhannya

Orang yang berhati keras selalu marah, banyak bicara, dan menyakiti orang lain. Sekalipun anda terganggu dengan perilakunya, bersabarlah untuk menghindari pertengkaran.

Balaslah sikapnya dengan sopan dan berbicara dengan perlahan. Nabi Muhammad SAW berkata:

“Janganlah engkau marah, maka bagimu surga.”

(Hadis Riwayat Thabrani)

Setidaknya cobalah untuk mengingat hadis yang berharga ini dan menahan diri untuk tidak marah dan bertengkar dengannya. Biarkan mereka mengutarakan pandangannya secara utuh tanpa disela.

Temukan titik permasalahannya kemudian uraikan sejelas-jelasnya.  Jika dia diberi kesempatan untuk mengekspresikan semua pandangannya secara bebas, niscaya hal itu akan membantu mengubah wataknya.

Hidup rukun dan damai

Agar kedamaian tercipta dalam keluarga maka sudah seharusnya setiap muslim mengetahui pedoman hidupnya, yaitu al-Quran dan Sunah. Allah Taala berfirman dalam Quran:

“Dan hidup dengan damai bersama mereka.”

(Quran surah an-Nisaa, 4:19)

Keluarga akan rukun dan damai jika setiap anggotanya berakhlak mulia dalam ucapan dan perbuatan. Tentu kepala keluaga, dalam hal ini suami dari istri atau ayah dari anak-anaknya memiliki peranan penting untuk memberi contoh. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Sebaik-baik kalian adalah (suami) yang paling baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.”

(Hadis riwayat Tirmidzi)

Semoga Allah SWT membantu kita untuk memperbaiki perilaku buruk dari anggota keluarga.