Menghindari sifat iri dan dengki

Iman Umri 11-Okt-2020
dreamstime_s_180057721
Menghindari sifat iri dan dengki © Heru Anggara | Dreamstime.com

Akhlak yang baik berasal dari hati yang baik, akhlak yang buruk berasal dari hati yang sakit. Kalimat tersebut sangat cocok memulai tulisan ini. Hati perlu diberikan perhatian khusus.

Jika hati baik maka semuanya akan baik namun jika dia rusak maka akan rusak semuanya, itulah hati. Iri dan dengki merupakan dua penyakit hati yang serupa tapi tidak sama.

Iri – terpuji dan tercela

Perasaan iri memiliki dua macam yaitu iri terpuji dan iri tercela. Iri terpuji adalah iri melihat kebaikan dan kemuliaan seseorang dalam rida Allah SWT serta ingin meniru supaya bisa seperti itu. Sementara sifat dengki adalah sifat tercela.

Sebenarnya iri dan dengki memiliki makna yang sama, namun dengki adalah sifat iri yang lebih merujuk pada iri yang tercela. Contoh dari iri yang tercela adalah tidak suka akan kebahagiaan orang lain dan akan senang jika seseorang menderita.

Sifat dengki serta dampaknya sudah ada sejak zaman awal manusia diciptakan, yakni oleh iblis yang tidak mau bersujud kepada manusia. Berawal dari seruan Allah SWT kepada iblis untuk menghormati nabi Adam a.s dengan sujud kepadanya.

Iblis menolak seruan itu dengan alasan bahwa manusia (Nabi Adam a.s) merupakan makhluk rendah yang berasal dari tanah liat. Berbeda dengan iblis yang diciptakan dari api (Lihat al-Quran surah Shad, ayat 76-77).

Sifat ini sangat buruk sekali, sifat utama iblis. Karena kedengkian akhirnya iblis keluar dari Surga. Dalam al-Quran kata hasad (dengki) disebut sebanyak lima kali, yaitu pada surah al-Baqarah ayat 109, surah an-Nisa’ ayat 54, surah al-Fath ayat 15 dan surah al-Falaq ayat 5.

Tidak boleh mendengki kecuali dua hal

Dampak negatif sifat dengki bisa menimbulkan keburukan bagi diri sendiri dan orang lain. Bagi diri sendiri yang memiliki sifat dengki tidak akan pernah merasa tenang dalam hidupnya. Hatinya senantiasa merasa iri dan marah saat melihat orang lain mendapatkan nikmat dari Allah SWT. Sehingga akan senantiasa merasa resah, gelisah serta sulit merasakan kebahagiaan dalam hidupnya.

Al-Quran dalam surah Al-Falaq ayat 1 sampai 5 mengajarkan doa supaya terhindar dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki, dengan cara mendekatkan diri kepada Allah SWT, ikhlas dalam beramal dan memperbanyak istighfar. Maka sebaik-baik perlindungan adalah Allah.

Dengki atau iri diperbolehkan untuk dua urusan saja. Itu juga bertujuan supaya kita bisa mencontoh kedua sifat tersebut. Dari Abdullah bin Mas’ud, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Tidak boleh mendengki (iri) kecuali terhadap dua hal: (terhadap) seseorang yang Allah berikan harta lalu dia pergunakan harta tersebut di jalan kebenaran dan seseorang yang Allah berikan hikmah lalu dia mengamalkan dan mengajarkannya kepada orang lain.”

(Hadis riwayat al-Bukhari)

Lawan dari sifat dengki adalah hubb al-khair (mencintai kebaikan) atau mementingkan orang lain, selalulah menjaga diri dari dua sifat buruk ini. Mudah-mudah Allah SWT menjaga hati kita untuk terhindar dari penyakit hati ini.