Menghindari sifat pelit atau kikir

Iman Umri 15-Okt-2020
dreamstime_s_147214314
Menghindari sifat pelit atau kikir © Eptian Savero Fitrahnsa | Dreamstime.com

Penyakit terbagi menjadi dua kategori, pertama adalah penyakit jasmani, seperti kanker, demam, batuk, corona virus, jantung, dan lain sebagainya. Kedua adalah penyakit hati seperti sombong, ujub, riya’, hasad dan kikir.

Kedua penyakit ini sama-sama tidak mengenakan bagi tubuh manusia, namun penyakit jasmani lebih terlihat oleh mata. Serta penyakit jasmani bisa saja menjadi ujian atau cobaan untuk menaikkan derajat seorang untuk mendekat kepada Allah SWT.

Pelit atau kikir – penyakit hati yang berbahaya

Penyakit hati jauh lebih berbahaya, seperti dalam pembahasan ini adalah pelit atau kikir. Orang semacam ini secara jasmani sehat namun di dalam dirinya terdapat penyakit yang bisa mematikan hatinya.

Selain itu, orang semacam ini akan menjauh dari rida Allah SWT. Perkara semacam ini harus segera disembuhkan karena ini termasuk sifat buruk dan tercela dalam pandangan agama, masyarakat dan dalam kurun waktu kapanpun.

Kikir atau pelit berbagai macam bentuknya, seperti pelit dengan harta sehingga orang semacam ini suka menimbun hartanya. Pelit dengan ilmu pengetahuan, pelit dalam memberikan maaf kepada orang lain.

Pelit dalam berselawat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW karena merasa sudah banyak amal ibadah. Sifat tercela ini membuat seseorang tidak bisa masuk surga dan jauh dari rahmat Allah SWT.

“Dan janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

(Surah al-i Imran, ayat 180)

Sifat kikir menjadi jauh dari Allah SWT

Kisah Qarun adalah contoh yang menjadi pelajaran sepanjang zaman, Qarun hidup pada zaman Nabi Musa a.s. Orang yang bergelimangan harta kekayaan namun memiliki banyak penyakit hati seperti kikir, ujub dan sombong menjadi satu kesatuan dalam dirinya.

Qarun beranggapan bahwa dirinya mendapatkan harta kekayaan karena ilmu pengetahuan dan tidak peduli dengan orang lain. Karena sifat angkuh dan kikirnya ini, pada akhirnya ia musnah dengan kehinaan bersama harta kekayaannya (Lihat surah al-Qashash, ayat 76 dan 81).

Orang yang kikir sebenarnya mereka adalah kikir untuk mereka sendiri. Bukankah dengan bersedekah membuat harta mereka menjadi bertambah, bertambah dan bertambah.

Agama Islam sangat adil dalam memberikan anjuran berbuat kebaikan, muslim dianjurkan untuk jangan kikir namun jangan juga terlalu pemurah (boros). Ini mengajarkan tentang keseimbangan dalam menjalani kehidupan.

Demikianlah sifat kikir membuat orang menjadi jauh dari Allah SWT, anjuran untuk berzakat, berinfaq, bersedekah adalah solusi untuk membunuh penyakit kikir atau pelit. Serta selalu mengingat bahwa ada kehidupan setelah dunia ini yang kekal abadi selama-lamanya.

Yaitu kehidupan Akhirat dan setiap manusia akan berada di alam Akhirat. Semoga semua kita dan keturunan dijauhkan dari sifat kikir atau pelit.