Buletin SalamWebToday
Sign up to get weekly SalamWebToday articles!
Mohon maaf, kesalahan terjadi karena alasan:
Dengan berlangganan, anda menyetujui Persyaratan dan Kebijakan Privasi SalamWeb
 Seni Buletin

Mengingat kematian: ia tetap akan datang  

Islam 27 Nov 2020
Mengingat kematian: ia tetap akan datang  
Mengingat kematian: ia tetap akan datang © Shahid Khan | Dreamstime.com

Mengingat kematian: ia tetap akan datang. Namun, kematian itu rahasia Allah SWT, tak seorangpun tahu kapan dan di mana ia akan mati. Walau banyak sebab, tapi mati itu satu – yaitu berpisahnya roh dari jasad.

Ada yang mati karena sakit. Atau yang karena kecelakaan. Ada yang karena serangan jantung. Tapi ada juga yang tak terlihat sebab sebab sebelumnya.

Mengingat kematian: ia tetap akan datang

“Ta’addadatil asbabu wal mautu wahid ~ Bermacam ragam sebab, namun kematian hanyalah satu.”

Kematian itu pasti dan semua yang bernyawa pasti akan mati. Setinggi apapun pangkat seseorang dan sebanyak apapun hartanya, bahkan andai ia bersembunyi di balik benteng sangat kuat sekalipun, ia tak akan mampu menghindari kematian bila ajalnya sudah tiba.

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.”

(Surah an-Nisa’, ayat 78)

Seseorang tak mungkin lari darinya. Bahkan kalaupun ia lari, kematian tetap akan datang kepadanya.

“Katakanlah: Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”

(Surah al-Jumu’ah, ayat 8)

Mengingat mati adalah wajib, sebagaimana mengimani kehidupan dengan segala konsekuensinya setelah kematian juga wajib. Namun kadang manusia lupa. Padahal setiap saat Allah SWT ingatkan kita pada kematian.

Setiap doa-doa itu, Allah SWT mengingatkan kita akan tempat kembali

Bukankah aktivitas manusia tidak terlepas dari makan, minum, bekerja, ibadah dan tidur? Dalam semua aktivitas tersebut, syariat mengajarkan kepada kita untuk berdoa. Dan setiap doa-doa itu, Allah SWT mengingatkan kita akan tempat kembali.

Saat akan makan kita disuruh berdoa dengan doa:

Yaa Allah, berkatilah rezeki yang engkau berikan kepada kami, dan peliharalah kami dari siksa api neraka.

Saat akan tidur dan bangun darinya kita disuruh berdoa dengan doa:

 “Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan aku mati.”

 “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami sesudah kami mati (membangunkan dari tidur) dan hanya kepada-Nya kami dikembalikan.”

Saat akan bepergian meninggalkan rumah, kita diperintah berdoa dengan doa:

 “Allah Maha Besar (3x). Maha Suci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, sedang sebelumnya kami tidak mampu. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (di hari Kiamat).”

Demikianlah, setiap doa yang diajarkan Rasulullah SAW dalam mengiringi setiap aktivitas hidup. Selalu Allah SWT selipkan isyarat agar kita senantiasa mengingat kematian.