Mengingat kematian yang pasti akan datang

Islam Umri
Terbaru oleh Umri
Mengingat kematian yang pasti akan datang
Mengingat kematian yang pasti akan datang © Salahudin | Dreamstime.com

Kematian bukanlah suatu kepunahan, melainkan perpindahan dari satu alam ke alam berikutnya. Manusia setidaknya mengalami dua kali kehidupan dan dua kali kematian.

Dimulai dari alam roh, alam kandungan, dunia sampai dengan hari kebangkitan  (Lihat Quran, surah al-Baqarah ayat 28).

Mengingat kematian yang pasti akan datang

Bagi sebagian orang kematian merupakan suatu hal yang menakutkan. Namun bagi sebagian yang lain kematian adalah hal yang menyenangkan. Sebab saat itu ia akan bertemu dengan Tuhannya.

Tentu ini tergantung dari amal ibadah yang dilakukan semasa hidupnya. Kematian merupakan sebuah kepastian yang akan datang kepada siapa saja, kapan saja dan dimana saja (Quran, surah an-Nisa ayat 78). Maka bagi orang yang saleh mereka selalu menyiapkan amal terbaik untuk menyambut kematiannya.

Secara medis, seseorang dikatakan telah mati apabila semua organ tubuhnya sudah rusak dan tidak dapat berfungsi lagi. Aliran darah terhenti, detak jantung tidak lagi berfungsi. Fungsi otak tidak dapat bekerja lagi, semuanya terhenti secara total.

Setiap yang bernyawa akan mati

Kabar tentang kelahiran dan kematian manusia silih berganti di dunia ini. Setiap kehidupan baru selalu ada kematian baru. Namun, setiap yang bernyawa akan merasakan kematiannya.

“Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, Maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”

(Quran, surah al’i Imran ayat 185)

Mengawali tahun 2021 kali ini, Indonesia dikejutkan oleh jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJY 182 rute penerbangan Jakarta-Pontianak pada 09 Januari 2021 lalu. Yang menewaskan 62 orang terdiri dari 40 orang dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi dan 12 kru pesawat. Semua meninggal dunia.

Belum habis kabar duka dari jatuhnya pesawat, Indonesia kembali dikagetkan oleh meninggalnya seorang ulama asal dari kota Madinah yang sudah berwarganegara Indonesia.

Guru bagi Indonesia dan dunia, yaitu Syekh Ali Jabeer pada tanggal 14 Januari 2021 pukul 08:38 WIB. Ulama yang penuh karismatik, hafal al-Quran dan mengajarkan orang-orang tentang al-Quran.

Nasehat terbaik dalam kehidupan ialah tentang kematian

Kabar kematian orang lain bisa menjadi nasehat terbaik untuk diri kita, sebab giliran kita akan segera datang menghampiri. Entah apakah kita bisa mati dengan husnul khotimah atau su’ul khotimah, kita tidak pernah paham. Setidaknya ada tiga nasihat yang harusnya masuk ke dalam diri kita tentang kematian:

Pertama, segeralah bertaubat. Sebab kematian bisa datang kapan saja, dimana saja, siapa saja tanpa melihat usia dan siapa anda.

Kedua, menambah semangat dalam beribadah kepada Allah SWT. Sebagai modal awal untuk menghadapi kematian, menjadi motivasi untuk selalu beramal saleh dengan mengharapkan rida Allah.

Ketiga, jangan sombong. Selalu awas diri bahwa kita akan kembali kepada Allah SWT. Ini menjadi poin penting, sebab manusia suka lupa diri. Jika anda kaya bukan berarti yang lain miskin.

Dan jika anda pintar bukan berarti yang lain bodoh. Jika anda benar, itu bukan berarti yang lain salah. Dan jika anda bahagia bukan berarti yang lain bersedih. Jangan sombong, selalulah ukur diri dengan ketakwaan kepada Allah SWT.

Harapan kita semoga mati dalam keadaan husnul khotimah.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.