Mengintip kemegahan Masjid Agung Madani di Rokan Hulu

Masjid Agung Madani Islamic Centre, Rokan Hulu, Riau, Sumatera © salamweb.com

Pusat Islam Masjid Agung Madani alias Masjid Agung Islamic Centre Rokan Hulu yang berdiri megah di pusat kota Pasir Pengaraian, ibu kota Kabupaten Rokan Hulu didirikan di atas lahan seluas 22 hektar dengan luas bangunan 15.800 meter persegi dan berdaya tampung hingga 20.000 jemaah.

Masjid yang didanai dari APBD Kabupaten Rokan Hulu ini setidaknya menghabiskan anggaran mencapai 400 milyar Rupiah. Pengelolaan Masjid Agung ini sepenuhnya di bawah Badan Pengelola Masjid Agung Islamic Centre Rokan Hulu.

Fitur utama bangunan masjid ini terdiri bangunan utama masjid dan bangunan plaza yang dikelilingi oleh serangkaian lengkungan yang diapit oleh pilar-pilar penyangga. Arsitektur masjid mengadopsi bangunan masjid modern bergaya Arabia dengan kubah besar berdiameter 25 meter di atap bangunan utama diapit empat menara di setiap sudut bangunan masjid masing masing setinggi 66.66 meter ditambah dengan satu menara utama setinggi 99 meter yang terpisah dari bangunan utama masjid.

Masjid ini dilengkapi dengan sarana pendukung seperti mandi, cuci, kasus (MCK) dan tempat wudu yang nyaman dan bersih, juga dilengkapi dengan perpustakaan digital dan manual, TV Madani, radio daerah,  poliklinik, aula serbaguna, toserba serta ruangan belajar yang dilengkapi dengan akses internet.

Akses ke bangunan utama masjid ini terdiri dari 9 pintu, masing masing 3 pintu di tiga sisi bangunan masjid. Kesemua pintu tersebut terdiri dari pintu utama di sebelah timur diberi nama pintu Babussalam, diapit oleh pintu Khadijah di sebelah kanan dan pintu Aisyah di sebelah kirinya. Pintu utama di sebelah selatan diberi nama Pintu Aisyah I, diapit oleh Pintu Usman Bin Afan di sebelah kanan dan Pintu Umar Bin Khatab  di sebelah kirinya.

Pintu utama di sisi utara diberi nama pintu Khadijah I, diapit pintu Abu Bakar as Siddiq di sebelah kanan dan Pintu Umar Bin Khatab di sebelah kirinya. Masjid ini memiliki ruang bawah tanah dengan fasilitas lengkap dari Madani Mart, Menara 99 Asmaul Husna, studio foto, Madani Muslim Store, pusat kebugaran, kedai kopi, klinik psikiatri, konseling pernikahan, juga tempat konvensi yang biasa digunakan untuk kegiatan pemerintahan, pernikahan, dan organisasi lainnya.

Interior masjid dihiasi dengan berbagai kaligrafi serta lampu gantung seberat dua ton, terbuat dari pelat kuningan dari Italia, dan batu hias, batu oksi dari Jawa Timur, batu akik dari Kalimantan dan Turki, batu cris topas dari Jawa Barat, dan kalimaya dari Banten, kaca lampu spektrum emas dari Amerika dan bagian tengah merupakan perisai Muslim.

Bagian pinggir terdapat rantai yang merupakan persatuan umat Islam, 8 bilah pedang sabilillah Khaidir Ali, 16 busur panah Ali bin Abi Thalib dan 8 tombak Abu Bakar as Siddiq, ditambah dengan bunga kusuma lambang kejayaan Islam dan dikelilingi surat Al-Fatihah, surat Al-Kafirun, surat Annas serta 99 Asmaul Husna.

Kegiatan rutin Masjid Agung Madani adalah salat fardu lima waktu secara berjemaah, kajian-kajian keislaman singkat setiap menjelang salat zuhur. Kajian fiqh dan muammalah serta ceramah agama dilaksanakan rutin setiap pekannya  dengan menghadirkan ustaz atau mubalig yang ahli di bidangnya. Pengantar kajian fiqh oleh  ustaz Dr. Mawardi Saleh, Lc. MA,  kajian tafsir oleh ustaz Dr. Musthafa Umar, kajian hadis oleh ustaz kondang Dr. Abdul Somad, Lc. MA dan kajian akidah oleh ustaz Nurhadi Husein, Lc.

Di samping kegiatan tersebut, Masjid Agung Madani juga menyelenggarakan buka puasa setiap hari Senin dan Kamis, Iktikaf bersama sekali dalam sebulan serta kegiatan peringatan hari besar Islam. Terkhusus bulan Ramadan, disediakan baik sahur atau berbuka untuk 500 orang setiap harinya. Bahkan secara berkala juga mengundang ustaz-ustaz nasional untuk mengisi Tablig Akbar yang mengundang seluruh lapisan masyarakat kabupaten Rokan Hulu. Yang pernah diundang mengisi tablig akbar tersebut antara lain KH. Zainuddin, MZ, Dr. Abdul Somad, Lc, MA, H. Ahmad Al Habsy dan lain lain.

Masjid ini selain menjadi tempat beribadah juga menjadi salah satu tempat wisata religi di kabupaten Rokan Hulu dengan salah satu fitur menariknya adalah memandang kota Pasir Pengaraian dari ketinggian menara masjid yang memang dibangun menjulang hingga 99 meter.  Saat ini, pengunjung yang datang ke masjid tidak hanya warga Rokan Hulu saja namun juga berasal dari provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara, bahkan dari pulau Jawa dan sebagian kecil dari negara jiran Malaysia.

Dengan berbagai kegiatan keislaman yang telah dilaksanakan dan kemegahan fisik yang terjaga kebersihan dan pelayanannya, masjid ini pernah dinobatkan sebagai  masjid terbaik di Indonesia pada Tahun 2015, diantara 509 masjid di 33 provinsi. Prestasi yang diraih oleh Masjid Agung Islamic Centre Rohul sebagai Masjid Agung Percontohan Paripurna sudah meliputi penilaian kategori Idarah, Imarah, dan Riayah, berdasarkan keputusan Dewan Penilai Masjid Agung Percontohan Nomor 01/DPM.MA/XI/2015.

Penasaran dengan Masjid Agung Islamic Centre Rokan Hulu? Ayo kunjungi segera. Dengan jarak tempuh lebih kurang 165 km dari bandara Sultan Syarif Kasim ibu kota Provinsi Riau, Pekanbaru tentu tidaklah jauh bagi jiwa petualang untuk berkunjung ke sini.