Mengintip salat Rasulullah SAW bersama Hudzaifah r.a

Masjid Nabi Muhammad SAW, Masjid Nabawi di waktu malam © Ayman Zaid | Dreamstime.com

Menurut hadis riwayat Muslim r.a, suatu malam, Hudzaifah Ibn al-Yaman r.a salat bersama Nabi Muhammad SAW. Setelah selesai membaca al-Fatihah pada rakaat pertama, dia mendengar Rasulullah membaca surah al-Baqarah. Hudzaifah berpikir bahwa Rasulullah hanya membaca surah tersebut beberapa ayat.

Namun, ternyata Rasulullah SAW tetap melanjutkan bacaannya walaupun  telah membaca  sampai 100 ayat.  Bahkan baru rukuk setelah selesai membacakan surah terpanjang dalam Al Quran tersebut.

Pada rakaat berikutnya, Rasulullah SAW membaca surah an-Nisa hingga selesai. Hudzaifah r.a berpikir akan rukuk setelahnya. Namun, Rasulullah ternyata melanjutkannya dengan membaca surah Ali Imran.

Rasulullah SAW membacanya dengan perlahan hingga selesai. Jika melewati ayat berisi tasbih, beliau bertasbih. Jika melewati ayat tentang permohonan, beliau memohon. Jika melewati ayat tentang perlindungan, beliau memohon perlindungan.

Setelah itu beliau rukuk, lama rukuk beliau kurang lebih sama dengan lamanya berdiri. Selepas itu, Rasulullah SAW berdiri lagi sambil berucap ‘Sami’Allahu liman hamidah.’ Berdirinya kali ini kurang lebih hampir sama dengan waktu rukuk.

Selanjutnya beliau pun bersujud dan membaca ‘Subhana Rabbiyal a’la’. Ketika itu, sujudnya hampir sama dengan waktu berdirinya. (Hadis riwayat Muslim)

Mari kita hitung perkiraan durasi salat Rasulullah  SAW itu dalam ukuran waktu zaman kita. Pengalaman membaca Al Quran di kalangan awam, untuk surah al-Baqarah membutuhkan waktu sekitar 2 jam, sedangkan surah an-Nisa dan surah Al-i-Imran membutuhkan waktu sekitar 1 jam 20 menit.

Belum lagi ditambah dengan surah al-Fatihah, rukuk, berdiri setelah rukuk dan sujud? Dengan demikian bisa dihitung lamanya salat malam yang dilakukan oleh Rasulullah SAW meskipun hanya dua rakaat, lebih dari 5 jam.

Sudah terbayangkan bagaimana ibadah Nabi Muhammad SAW?