Mengumpat dan berbicara kotor ketika berpuasa

Masyarakat 25 Apr 2021 Merry Lestari
Pilihan oleh Merry Lestari
Mengumpat dan berbicara kotor ketika berpuasa
Mengumpat dan berbicara kotor ketika berpuasa © Heru Anggara | Dreamstime.com

Bulan Ramadan adalah bulan yang suci dan penuh keberkahan. Umat Islam akan berlomba-lomba untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan amal ibadahnya di bulan Ramadan, karena Allah telah menjanjikan pahala yang berlimpah dibaliknya.

Karena ketika berpuasa, kita dituntut untuk memiliki hati dan pikiran yang bersih sehingga dapat mencapai kesempurnaan dalam berbibadah di bulan Ramadan.

Namun tak jarang masih kita temui di tengah masyarakat, beberapa bagian orang yang masih menggunakan kata-kata kotor serta umpatan ketika sedang berpuasa. Hal tersebut dipicu karena kebiasaan sehari-hari yang terbiasa menggunakan kata-kata tersebut.

Apakah mengumpat dan berbicara kotor membatalkan puasa?

Puasa di bulan Ramadan pada hakikatnya menahan diri, bukan hanya dari rasa lapar dan haus. Tetapi juga menahan dari nafsu syahwat, dan hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa.

Karena jika seorang muslim tidak dapat menahan hawa nafsunya saat berpuasa, maka risikonya akan berkaitan dengan diterima atau tidaknya puasa yang sedang dijalaninya. Karena itulah, penting bagi kita seorang muslim untuk menahan nafsu ketika sedang berpuasa.

Selain menahan lapar dan hawa nafsu, ketika berpuasa umat muslim juga diperintahkan untuk menjaga lisannya terhadap orang lain. Seperti berghibah atau menggunjing, dan mengumpat serta mengeluarkan kata-kata kasar atau kotor.

Sejatinya kewajiban berpuasa adalah semata-mata untuk dapat semakin mendekat diri kepada Allah SWT. Yaitu dengan meninggalkan segala larangan dan menjalankan perintah-Nya, baik dalam bentuk perkataan maupun perbuatan.

Berpuasa namun melakukan hal-hal yang dilarang Allah Taala

Apabila ada seorang muslim yang tengah berpuasa namun ia tetap melakukan hal-hal yang dilarang Allah Taala, seperti  berkata kotor, berdusta, mencela dan sebagainya, tanpa merasa bahwa dirinya sedang menjalankan ibadah puasa, maka itu sama saja dengan puasa yang dijalankannya hanya mendapatkan rasa lapar dan haus saja. Maka tidak ada pahala di sisi Allah.

Keadaan tersebut dikarenakan banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak membedakan antara hari puasa dengan hari berbuka mereka. Sehingga mereka tetap melakukan kebiasaan yang biasanya mereka lakukan. Contohnya berkata kotor, berdusta, mencela dan sebagainya, tanpa merasa bahwa dirinya sedang menjalankan ibadah puasa.

Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam sebuah hadis berikut:

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta, selalu mengerjakannya dan tidak meninggalkan kebodohan, maka Allah tidak akan memberikan pahala atas puasanya.”

(Hadis riwayat al-Bukhari)

Perbuatan tercela tersebut memang tidak serta-merta membatalkan puasanya. Akan tetapi dapat mengurangi pahalanya dan mungkin di hari perhitungan kelak pahala puasanya akan hilang sama sekali.