Mengundang Allah SWT dengan amal saleh

Islam Umri
Opini oleh Umri
Mengundang Allah SWT dengan amal saleh
Mengundang Allah SWT dengan amal saleh © Rawpixelimages | Dreamstime.com

‘Mengundang Allah SWT dengan amal saleh’ – Allah SWT memiliki Sifat Qiyamuhu Binafsihi, artinya Allah itu berdiri sendiri. Tidak bergantung pada siapapun dan tidak membutuhkan apapun (Lihat Quran surah al-Ankabut ayat 6).

Sebaliknya, manusia sangat membutuhkan Allah SWT untuk hidupnya. Bukan hanya itu, manusia juga membutuhkan bantuan orang lain untuk melangsungkan kehidupannya sehari-hari.

Mengundang Allah SWT dengan amal saleh

Tidak bisa manusia hidup sendiri, berdiri di kaki sendiri tanpa bantuan Allah SWT dan manusia lain. Maka manusia harus menghadirkan Allah SWT untuk setiap aktifitasnya.

Minta pertolongan, minta perlindungan, minta penjagaan dan lain sebagainya. Allah SWT adalah sebaik-baik tempat untuk dimintai tolong. Tuhan semesta alam yang Maha Besar, Maha Kaya, Maha Adil. Maka dari itu manusia haruslah mengundang Allah SWT untuk setiap aktifitas kehidupannya.

Dalam keseharian misalkan dari ucapan yang selalu menyebut asma-Nya. Jika memulai suatu urusan atau pekerjaan mulailah dengan ‘Bismillahirrahmanirrahim’. Apabila selesai dalam urusan atau mendapat nikmat, ucapkan ‘Alhammdulillahirabbil’aalamin’.

Jika kagum atau takjub akan sesuatu ucapkan ‘maasyaallah’ (Lihat surah al-Kahfi ayat 39). Bila melihat dan mendengar keburukan atau hal yang tidak baik ucapkan ‘Subhaanallah’.

Jika mendapat musibah ucapkan ‘Innallillahiwainnailaihiraajiuun’. Dan jika kaget atau melihat sebuah keburukan ucapkan ‘Astaghfirullahal’azhiim’. Ucapan-ucapan yang baik menunjukkan kepada hati yang baik.

Hidup bersama Allah SWT dengan terus melakukan amal saleh, dimulai dari ucapan, tindakan, pergaulan, bacaan, tontonan dan sebagainya.

“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya.”

(Quran, surah al-kahfi ayat 110)

Arahkan semua amal kepada Allah SWT

Dalam artikel ini saya tidak akan membahas konsep ketuhanan seperti para sufi, yang memiliki pengalaman perjumpaan dengan Allah SWT melalui pengalaman spritual mereka. Namun yang lebih sederhana dari itu, hendaknya kita mengarahkan semua amal kepada Allah SWT.

Misalkan, saat musim kemarau mau minta hujan, maka salatlah Istisqo’. Jika mau berbadan sehat, cobalah dengan  puasa. Mau kaya? rajinin salat Dhuha setiap hari. Ragu dengan suatu pilihan hidup, laksanakan salat Istikharah.

Mau diampuni dosa yang telah lalu, segera salat Taubat. Mempunyai banyak hajat dan keinginan segera, dirikan salat Hajat. Apabila mau harta lebih banyak dan berkah, gemari bersedekah.  Mau hidup aman, tentram, damai perbanyak zikir.

Dan masih banyak lagi ajaran Islam yang semuanya mengarahkan hidup dan mati hanya kepada Allah SWT.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.”

(Quran, surah al-Baqarah ayat 186)

Dalam surah lain dijelaskan bahwa Allah SWT lebih dekat daripada urat leher manusia (lihat Al-Quran surah Qaaff ayat 16). Ketika hidup, mati, ibadah dan semua amal perbuatan hanya untuk Allah SWT semata.

Maka niscaya kemudahan dan kebahagiaan dunia dan akhirat akan mudah terwujudkan. Undang saja Allah SWT dengan melakukan banyak kebaikan, niscaya setiap aktifitas akan mendapatkan rida Allah.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.