Buletin SalamWebToday
Sign up to get weekly SalamWebToday articles!
Mohon maaf, kesalahan terjadi karena alasan:
Dengan berlangganan, anda menyetujui Persyaratan dan Kebijakan Privasi SalamWeb
 Seni Buletin

Mengunjungi Kota Qom

Timur Tengah 14 Jan 2021
Muhammad Walidin
Mengunjungi Kota Qom
Mengunjungi Kota Qom © Wangyf1983 | Dreamstime.com

Kota Qom terletak sekitar 144.6 kilometer di sebelah selatan Teheran dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 36 menit. Qom merupakan nama provinsi sekaligus ibu kota provinsi. Secara geografis, kota ini tidak terlalu beruntung karena terletak di kawasan sahara Iran tengah.

Posisinya berada di tengah padang yang gersang dan jauh dari laut. Lebih jauh lagi, Qom memiliki iklim yang sangat kering dengan curah hujan yang sangat kecil. Di musim panas, suhu udara bisa mendekati 40 derajat Celsius. Sementara di musim dingin, suhu bisa menukik tajam hingga di bawah 0 derajat Celsius.

Mengunjungi Kota Qom di Iran

Dengan status geografis seperti ini, Qom seharusnya kurang dipandang. Namun yang terjadi adalah sebaliknya. Ternyata Qom merupakan kota terpenting kedua setelah Teheran, baik secara agama maupun politik.

Secara agama, Qom merupakan salah satu pusat Syiah sejak 1000 tahun lalu. Sebagaimana diketahui, hampir seluruh penduduk Iran menganut ajaran Syiah 12 Imam. Dari kota ini, terlahir banyak tokoh-tokoh penting syiah sehingga dijuluki sebagai Kota Sejuta Ulama.

Mengunjugi Qom tentu akan lebih tepat bila kita berziarah dulu ke makam Fatimah Ma’sumah. Makam ini terletak di tengah-tengah kota Qom. Ada kubah besar yang dilapisi emas murni di atas makamnya. Siapakah Fatimah ini? Ia merupakan putri dari Musa al-Kazim; seorang imam ketujuh dari 12 Imam Syiah.

Ia adalah adik kandung dari Ali ar-Rida; imam kedelapan. Ia lahir di Madinah tahun 790 M  dan menghabiskan masa belajar di sana. Ketika al-Ma’mun, salah satu Khalifah  Abbasiyah bertindak zalim kepada ahlul bait, kakaknya Ali Rida hijrah ke kota Marv di wilayah Persia.

Setahun kemudian, Fatimah juga hijrah menyusul kakaknya namun meninggal karena sakit di kota Qom (816 Masehi). Fatimah adalah gadis cerdas perawi hadis dan dipercaya sebagai orang suci.

Jafar Sadik, imam keenam sekaligus kakek dari Fatimah, beberapa tahun sebelum Fatimah  lahir telah memprediksi cucunya akan berada di Qom. Dengan demikian, ia berujar, “Dengan keberadaan putri itu, kota ini (Qom) menjadi haram atau kota suci keluarga Rasulullah SAW.”

Keberadaan makam Fatimah menyedot perhatian muslim dari seluruh dunia. Apalagi setelah dibangun madrasah Faiziyah di samping makam Fatimah, Qom menjadi salah satu pusat kajian Islam yang didatangi para pelajar antarbangsa.

Islam masuk ke Qom pada masa Khalifah Umar bin Khattab r.a

Di belakang makam itu, berdiri masjid megah dan terbesar di Iran. Kemegahan masjid ini membuat para pengunjung berdecak kagum. Ia dibangun dengan menerapkan arsitektur Islam yang bernilai seni tinggi.

Masjid ini merupakan saksi bagi tumbangnya rezim Syah Iran karena Imam Khomaeini dulu sering memberikan kuliahnya di sini.Islam masuk ke kota ini pada tahun ke-23 atau 24 Hijriyah pada masa Khalifah Umar bin Khattab

Secara politis, kota ini disebut sering menjadi incaran para penguasa. Dari buku Ensiklopedia Peradaban Islam Persia diketahui bahwa Qom didirikan setelah Islam datang. Walaupun demikian ada juga yang berpendapat kota ini telah ada sebelum Islam sebagai pusat agama Zoroaster, agama asli orang Persia.

Islam masuk ke kota ini pada tahun ke-23 atau 24 Hijriyah pada masa Khalifah Umar bin Khattab r.a di bawah komando Abu Musa al-Asy’ari. Klan al-‘Asyari segera pindah dari Kufah (Irak) menuju Qom (Iran) dan lambat laun Qom berkembang menjadi sebuah kota.

Pada masa Abbasiyah, kota ini diobrak abrik oleh pasukan Ali bin Hisyam di masa khalifah al-Ma’mun karena tidak membayar pajak. Khalifah al-Mu’tasim juga menghancurkan Qom karena penduduknya melakukan pemberontakan. Kehancuran Qom terjadi lagi ketika pasukan Mongol datang menyerbu (1258 M).

Jauh sebelum revolusi Iran (1978-1979), Qom menjadi pusat pematangan revolusi dengan protes-protes yang dilakukan oleh Imam Khomeini. Pembantaian besar dilakukan oleh rezim Syah Reza Pahlevi terhadap pelajar di madrasah sekitar makam Fatimah. Setelah kekalahan Syah Reza, Qom kembali berbenah sebagai pusat agama dan ilmu pengetahuan.

Trivadvisor.com menyimpan jejak para pelancong dengan kesan yang sangat positif. Mereka mengatakan bahwa Qom sangat luar biasa dan menganjurkan kita semua suatu saat mengunjungi kota ini.