Mengusir kejahatan dengan kebaikan

Iman Umri 06-Nov-2020
dreamstime_s_12996607
Mengusir kejahatan dengan kebaikan © Emris | Dreamstime.com

Manusia adalah tempatnya salah dan dosa, berbeda dengan malaikat yang tidak pernah melakukan kesalahan. Jika sesekali melakukan kesalahan sudah sewajarnya. Namun, jika salah terus menerus itu yang tidak dibenarkan.

Orang yang baik bukan orang yang tidak pernah melakukan kesalahan dalam hidup, melainkan orang yang apabila melakukan kesalahan ia langsung beristighfar dan memohon ampun atas kesalahannya.

Kebaikan mutlaq dan kebaikan muqayyad

Kebaikan adalah setiap segala sesuatu yang disukai. Ia dibagi dua, yaitu kebaikan mutlaq dan kebaikan muqayyad. Kebaikan mutlaq adalah kebaikan yang disenangi pada setiap keadaan dan siapa pun, seperti Surga.

Sedangkan kebaikan muqayyad adalah kebaikan yang mungkin baik bagi seseorang dan dalam keadaan tertentu, tetapi tidak bagi yang lain. Kejahatan adalah segala sesuatu yang bersifat buruk dan merugikan untuk diri sendiri maupun orang lain.

Perbuatan jahat bisa dilakukan dengan sengaja dan tidak sengaja, dosa dosa kecil dan dosa besar bisa saja dilakukan, untuk mereka yang mau berubah dan bertaubat maka pintu taubat Allah SWT selalu terbuka lebar.

“Bertakwalah kepada Allah dimanapun engkau berada. Dan ikutilah kejelekan dengan kebaikan. Niscaya kebaikan itu akan menghapusnya. Bergaullah dengan manusia dengan akhlak terpuji.”

(Hadis riwayat at-Tirmidzi, hadis ini hasan)

Perbanyak perbuatan baik dengan akhlak terpuji

Perbuatan yang baik bisa menghapus kejahatan yang pernah dilakukan, selama orang tersebut tidak mengulangi kesalahan yang sama berulang-ulang. Perbanyaklah perbuatan baik dan bergaullah dengan akhlak yang terpuji, niscaya Allah SWT akan melihat kebaikan saja.

Sebesar apapun kesalahan selalu ada jalan pertaubatannya. Seperti sahabat nabi Umar Bin Khattab r.a yang pada awalnya memerangi Islam, namun akhirnya berubah menjadi orang terdepan yang membela nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan Islam.

Perbanyak membaca istighfar, membaca al-Quran, ikut ke majlis taklim, dan lain sebagainya. Niscaya seburuk apapaun masa lalu masa depan masih sangat suci untuk dijalani. Orang yang melakukan kebaikan hanya akan mendapatkan balasan kebaikan yang sama, tidak ada balasan yang lain.

 “Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).”

(Surah Lukman, ayat 18)

Sekecil apapun kejahatan dalam diri manusia maka harus dihentikan, cara terbaik untuk menghentikan kejahatan adalah dengan melakukan kebaikan sebanyak mungkin. Kapan saja dan dimana saja di muka bumi ini.