Buletin SalamWebToday
Sign up to get weekly SalamWebToday articles!
Mohon maaf, kesalahan terjadi karena alasan:
Dengan berlangganan, anda menyetujui Persyaratan dan Kebijakan Privasi SalamWeb
 Seni Buletin

Menikah untuk ibadah

Islam 18 Des 2020
Sanak
Menikah untuk ibadah
Menikah untuk ibadah © Ariffruslan | Dreamstime.com

Menikah adalah sunnatullah. Sudah kodrat seseorang mencintai lawan jenisnya kemudian membina rumah tangga untuk mendapatkan keluarga sakinah mawawwah warahmah.

Menikah untuk ibadah

Sebagaimana firman Allah SWT:

“Dan di antara tanda-tanda kebesaranNya adalah Dia menciptakan pasangan-pasangan untuk kalian dari jenis kalian sendiri, agar kalian cendrung (dan merasah tentram) kepadanya, dan dia menjadikan di antara kalian rasa kasih sayang.”

(Surah ar-Rum, ayat 21)

Tidak dipungkiri salah satu tujuan pernikahan adalah untuk menyalurkan kebutuhan seksual. Namun di dalam Islam terdapat beberapa tujuan yang mulia, di antaranya:

Memelihara kesucian diri

Tujuan utama pernikahan adalah untuk menjaga kesucian diri serta menghindarkan dari pebuatan keji. Rasulullah SAW menganjurkan kepada para pemuda agar menikah untuk membentengi dirinya.

Sebagaimana sabda Baginda:

“Wahai sekalian pemuda, barang siapa di antara kalian yang mampu menikah, maka nikahlah. Karena demikian itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan, barang siapa yang tidak mampu maka hendaklah dia berpuasa karena puasa dapat menekan hawa nafsunya.”

(Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

Mengikuti sunah

Nabi Muhammad SAW adalah suri tauladan bagi umat Islam. Maka sudah sepantasnya Baginda dijadikan rujukan untuk semua amal perbuatan.

Di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari ibunda Aisyah r.a, Rasulullah SAW menekankan bahwa menikah adalah sunah Baginda. Maka tidaklah termasuk bagian dari umat Nabi mereka yang tidak mengamalkan sunahnya.

Melesterikan umat manusia

Menikah adalah jalan untuk memperoleh keturunan yang baik. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi, dari sahabat Abu Umamah r.a, Rasulullah SAW menyatakan kebanggaan dan kebahagian yang luar biasa dengan umatnya yang banyak.

Mencari kecukupan hidup

Ibnu Katsir r.a berpendapat diwajibkannya menikah bagi seorang muslim yang telah mampu. Kemudian beliau menuturkan bahwa menikah bisa menjadi sebab kecukupan yang diberikan Allah SWT sebagaimana tertera di dalam al-Quran pada surah an-Nur, ayat 32.

Islam mendorong umatnya untuk memiliki keturunan sebagai aset dan sumber kekuatan. Mencetak generasi islami adalah fondasi tegaknya negeri yang diberkahi. Maka sudah seharusnya ketika menikah seorang muslim memantapkan niat untuk menginginkan anak saleh yang mendoakannya dan siap berjihad di jalan Allah SWT.