Menjadi ayah yang baik? Lakukan tiga langkah ini

Kehidupan Bayu RI 04-Jun-2020
Anda adalah ayah yang hebat! © Narongrit Sritana | Dreamstime.com

Menjadi ayah terbaik adalah impian semua ayah. Banyak cara yang dilakukan seorang ayah agar mendapatkan prediket ini. Dalam teori psikologi pendidikan anak, mendidik anak dibedakan berdasarkan periode rentang usia anak.

Namun saya hanya akan membahas bagaimana tips dan trik menjadi seorang ayah yang baik. Berdasarkan cerita dan pengalaman yang saya ketahui dari berbagai sumber tidak ada metode yang 100% benar dalam dunia pendidikan, tapi semoga tips dan trik ini berguna untuk melengkapi metode pendidikan yang anda terapkan untuk anak anda di rumah.

Tidak pernah bosan memberikan nasehat

Mungkin sebagian anda akan menganggap remeh hal ini karena menurut anda nasehat adalah nasehat, sebuah kalimat bijak. Namun coba anda ingat berapa kali anda berpesan kepada anak anda agar jujur saat ujian dengan tidak menyontek. Ketika nasehat-nasehat ini terus anda ulang, anak akan mengingat dan menggunakannya. Dalam keadaan sakit atau tidak belajarpun anak anda tetap tidak akan menyontek saat ujian.

Konsistensi anda sebagai ayah untuk selalu menasehati akan mampu memberikan perubahan positif kepada anak. Hanya saja jangan sampai anda menasehati agar anak tidak menyontek, tapi anda memarahi anak anda ketika meraih nilai ujian yang kecil. Yang perlu anda lakukan adalah bertanya dengan bijak mengapa hal ini terjadi, tidak tekesan menghakimi, dan terus memberikan nasehat yang memotivasi anak untuk bangkit dari kegagalannya.

Anak harus diberi nasehat sejak dini, karena sekecil apapun nasehat itu ia kan mempengaruhi hidup anak kelak ketika dewasanya. Contohnya ketika anak anda menangis lalu anda berkata ‘sudah ya nak, anak yang kuat tidak boleh cengeng’. Pesan ini akan selalu di ingat anak anda. Sehinga ketika suatu saat dia menghadapi masalah dia tidak akan mudah menangis dan akan menjadi pribadi yang tegar. Semakin dini anak mendapatkan nasehat yang baik semakin dini pula pengetahuan dan kepribadiannya terbentuk.

Belajar sabar tanpa batas

Sering kita mendengar ‘kesabaran itu  ada batasnya’. Sebagian kita menganggap itu ada benarnya. Namun ketika kita mau belajar dari sejarah orang terdahulu, para Nabi dan Rasul. Anda akan mendapati bahwa kesabaran mereka sungguh luar biasa dalam menghadapi situasi dan kondisi masyarakat yang tidak beradab dan penuh dengan kejahiliyahan. Mungkin kita beralasan ‘ah itu kan orang-orang pilihan’, dan tidak mungkin kita bisa mempraktekkannya.

Lantas dengan berlindung dibalik alasan itu tidakkah anda ingin anak anda menjadi pribadi baik dan sukses? Jika anda ingin memahami perkembangan anak dari waktu ke waktu, hapus sesegera mungkin alasan apapun yang menjadi penyebab kemarahan anda saat melihat tingkah laku anak yang tidak anda harapkan.

Banyak ayah beralasan lelah bekerja dikantor, lelah bekerja di pabrik, atau lelah berbisinis, sehingga ketika pulang kerumah dan mendapati anak anda melakukan sesuatu yang anda tidak suka lantas dengan mudahnya anda memarahi dan memperlakukan mereka seperti karyawan atau bawahan anda.

Anggapan bahwa anda telah bekerja mencari nafkah dan memenuhi segala kebutuhannya lalu anda bisa mengekang dan menyusun perintah dan larangan yang harus ditaati oleh anak. Anda memang seorang kepala keluarga, tapi anda bukanlah seorang raja dalam keluarga. Oleh karena itu bersifat positif, salah satunya sabar tanpa batas adalah kunci agar anda bisa menjadi ayah sekaligus kepala keluarga terbaik.

Senantiasa berdoa yang terbaik untuk anak

Anda pasti pernah mendengar bahwa ‘Doanya orangtua terhadap anaknya tidak ada tabir penghalang, dan akan dikabulkan oleh Allah SWT’. Sebagai umat beragama, semestinya anda tidak lupa bahwa campur tangan Allah dalam kehidupan kita adalah hal yang pasti. Yakinlah doa anda akan menjadi pengantar yang baik bagi keberhasilan anak anda. Semakin sering anda mendoakannya semakin dekat anak anda pada kesuksesan yang anda harapkan.

Jika pun terdapat kekurangan dalam pola asuh dan didikan anda, maka anda telah menyerahkan kepada Allah SWT untuk menyempurnakan ikhtiar anda sehingga Allah akan membimbing anak anda dengan kuasaNya. Berdoa jugalah untuk diri anda agar dimampukan Allah untuk menjadi ayah yang terbaik.

Banyak ayah salah menilai, saat telah berdoa kepada Allah SWT serius dan terus menerus lalu mendapati anaknya kenyataan yang buruk. Apa artinya? Apakah doa anda tidak dikabulkan Allah? Ketahuilah, doa yang anda sampaikan adalah bentuk kepasrahan anda kepada Allah tentang jalan terbaik yang dapat ditempuh anak.

Ketika doa telah dipanjatkan dan anak tetap saja mengalami kegagalan. Artinya Allah SWT masih ingin melihat kesungguhan anda berdoa kepadaNya. Apakah anda masih setia berdoa dalam kondisi kegagalan anak anda atau anda berpaling. Yakinlah, Allah Maha Adil. Akan ada waktunya anak anda sadar bahwa anda telah berusaha semaksimal mungkin untuk mendoakannya.