Menjemput berkah guru

dreamstime_s_148647800
Menjemput berkah guru © Rahadian Perwiranegara | Dreamstime.com

Berkah menjadi kata keramat yang ingin didapatkan oleh setiap murid yang sedang belajar. Terkhusus berkah terhadap ilmu yang diberikan oleh seorang guru. Namun, saat ini ada pergeseran akhlak murid kepada guru yang tidak memperhatikan lagi hakikat berkah seorang guru.

Banyak terjadi di kalangan saat ini, murid menantang guru, murid tidak menghormati guru, bahkan murid yang mempolisikan guru. Lalu bagaimana kita ingin mendapatkan berkah dari guru kita jika hal tersebut dialami seorang guru?

Mari kita kembalikan martabat guru dengan selalu mendo’akan dan menjadi murid yang selalu antusias untuk mendapatkan berkah seorang guru.

‘Semoga Allah memberkahimu’

Secara etimologi ulama berpendapat dalam kitab Tahdzir Wat Tanwir (5/33): “Berkah yaitu naik atau bertambah, baik bisa dirasa maupun bisa dinalar akal, dan bertambahnya kebaikan dan berkelanjutannya.”

Dikatakan, ‘Semoga Allah memberkahimu’. Hal ini juga dapat dikatakan bahwa keberkahan adalah kebaikan yang terus menerus bertambah bagi orang yang mendapatkanya dalam kehidupan.

Berkah tidak bisa kita ukur secara detail bagi setiap orang namun bisa dilihat dari aspek ekonomi yang meningkat, atau aspek sosial seseorang yang semakin baik dan yang lebih penting aspek spiritual seseorang yang menjadi lebih baik. Lantas bagaimana kita mendapatkan berkah tersebut?

Rasulullah SAW bersabda yang diriwayatkan Ibnu Abbas r.a:

“Keberkahan Allah bersama orang-orang besar di antara kamu.”

(Hadis riwayat Hakim, 1/62)

Melihat dari hadis tersebut bahwa maksud ‘orang-orang besar’ di antara kita, yaitu guru. Guru adalah orang yang sangat berjasa pada kita dalam memberikan ilmu. Jika kita ingin ilmu yang bermanfaat dan berkah, maka hormatilah seorang guru.

Maka penting sekali kita untuk hormat, Sayidina Ali bin Abi Thalib r.a mengatakan: “Aku adalah hamba dari siapapun yang mengajariku walau satu huruf”. Senada dengan perkataan Sayidina Ali bahwa kita hendaknya memberikan penghargaan kepada siapapun yang telah memberi kita ilmu. Dialah guru bagi kita terlebih lagi guru yang mengajari kita di sekolah.

Tradisi ngalap berkah seorang guru banyak ditekuni oleh para santri. Tetapi menjemput berkah seorang guru tidak hanya berlaku untuk santri saja, juga berlaku bagi setiap murid yang sedang belajar.

Dalam kitab Ta’limul Muta’alim bahwa menghormati guru dengan beberapa cara yaitu adab berbicara yang sopan, berjalan dengan mendahulukan guru, tidak melakukan sesuatu di luar perintah guru. Lebih daripada itu kita mengharapkan keridhaan seorang guru terhadap ilmu yang diberikannya kepada kita sebagai murid dengan merasakan berkah ilmu tersebut.

Berakhlak baik kepada guru cara menjemput berkah

Banyak cara yang bisa dilakukan seorang murid untuk mendapatkan berkah guru yaitu; Ta’zhim kepada guru (mengagungkan) guru yaitu kita selalu bersikap tawaduk kepada guru kita. Meskipun kita sudah mendapatkan banyak ilmu dari seorang guru, kita harus tetap menjaga adab kita kepada guru.

Selama menjadi seorang murid hendaknya kita terus memperhatikan sikap kita agar membuat hati guru kita rida dan ikhlas dalam memberikan ilmu kepada kita. Berkah ilmu dapat dilihat kasat mata, namun kita bisa merasakannya melalui kebaikan yang terus bertambah dan kemanfaatan bagi orang banyak.

Berakhlak baik kepada guru menjadi salah satu cara menjemput berkah guru. Selalu menjaga sikap dan bicara dengan tutur yang baik terhadap guru, mendoakan kesehatan seorang guru hal ini sebagai bentuk hati yang tulus kepada guru.

Baik dari aspek akhlak kita dengan selalu memperhatikan kebutuhan guru yang bisa kita bantu. Hal ini juga menjadi cara untuk mendapatkan keberkahan seorang guru. Budaya santri yang baik terhadap guru dan kiayi tidak jarang kita temui.

Mereka yang selalu menunggu kiayi ketika berpas-pasan di jalan dengan bersalaman kepada guru. Atau membantu pekerjaan kantor guru atau memberikan sedikit makanan untuk membalas ketulusan hati guru dalam mengajar.

Meskipun secara intelektual kita cukup tetapi jika akhlak kita baik terhadap guru, maka keridaan dan keberkahan insya Allah menyertai kita. Pembaca yang dirahmati Allah SWT, hal terkecil apapun bisa kita lakukan untuk menjemput berkah dari guru.

Maka, mulailah dari sekarang, jika bukan kita siapa yang akan menghormati para guru. Jika bukan karena guru, apalah artinya kita.