Menyambut kehadiran si buah hati

Anak-anak Sanak
Pilihan oleh Sanak
Menyambut kehadiran si buah hati
Menyambut kehadiran si buah hati © Paulus Rusyanto | Dreamstime.com

Salah satu tujuan pernikahan adalah memperoleh keturunan. Maka kehadiran si buah hati ke muka bumi merupakan dambaan.

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amal-amal yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.”

(Surah al-Kahfi, ayat 46)

Menyambut kehadiran si buah hati dengan doa dan zikir

Kebanggaan dan kecintaan orang tua kepada anaknya sesuai dengan fitrah sebagaimana tertulis dalam al-Quran. Dalam ayat di atas, Allah Taala menegaskan kedudukan seorang anak sekaligus mewanti-wanti orang tua agar tidak lalai karenanya.

Oleh sebab itu sudah sepatutnya ayah bunda mengetahui bagaimana menyambut si buah hati. Antaranya dengan memperbanyak doa dan zikir. Doa yang masyhur seperti terdapat dalam al-Quran:

‘Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan yang menjadi penyejuk mata kami’.

(Surah al-Furqan, ayat 74)

Sedangkan zikir yang dianjurkan adalah ‘La haula wala quwwata illa billah’ dan memperbanyak istighfar.

Menyampaikan kabar gembira

Kelahiran seorang anak merupakan kenikmatan yang tiada tara. Sebagai orang tua, sudah sepatutnya berbagi kebahagiaan dengan menyampaikan kabar gembira ini kepada karib kerabat serta jiran tetangga.

Ungkapan syukur bisa dengan kalimat hamdalah ataupun sebuah ungkapan yang diajarkan Rasulullah SAW dari Anas bin Malik ra.

“Tidaklah Allah memberi kenikmatan kepada seorang hamba baik berupa istri, harta, atau anak, lalu dia berkata, ‘Semua atas kehendak Allah, tiada kekuatan kecuali datang dari Allah.’ Melainkan dia tidak akan mendapati cacat padanya selain kematian.”

Berinteraksi dengan anak semenjak dini

Interaksi ibu dengan anaknya telah dimulai semenjak kehamilan. Bahkan rasa cinta, bahagia, rindu, dan gembira telah semakin menguat ketika sang ibu merasakan pergerakan janinnya.

Hal ini akan terus dirasakan hingga bayinya lahir ke dunia. Sentuhan dan belaian kasih sayang ibunda dan ayahanda akan membekas pada anak serta akan menentukan bagaimana sikapnya di masa yang akan datang.

Perasaan orang tua yang mengharu biru dalam menyambut sang bayi tidak boleh melalaikannya dalam mengingat Allah Taala. Bagaimana pun juga, Allah dan Rasul SAW harus didahulukan dari segalanya. Jangan sampai kehadiran seorang anak membuat orang tuanya bakhil, pengecut dan bodoh.

Azzamakhsyari mengatakan bahwa orang tua bisa menjadi pelit karena takut anaknya kekurangan harta. Orang tua pun jadi terhalang ikut berjihad di jalan Allah SWT karena takut anaknya terlantar.

Selain itu, orang tua menjadi gundah gula dengan sikap anaknya. Ia bodoh karena meminta sesuatu yang akhirnya menyusahkannya. Maka obat bakhil, pengecut dan bodoh itu adalah kecintaan yang berlandaskan ketaatan kepada  Allah dan Rasul-Nya.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.