Meraih berkah dengan mudah

Islam 26 Des 2020 Roni Haldi Alimi
Pilihan oleh Roni Haldi Alimi
Meraih berkah dengan mudah
Meraih berkah dengan mudah © Stbernardstudio | Dreamstime.com

Berkah adalah kata yang diinginkan oleh semua orang. Karena di dalam keberkahan berlimpah kebaikan.

Berkah itu kata imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim:

“Memiliki dua arti, tumbuh berkembang dan bertambah serta kebaikan yang berkesinambungan.”

Kisah sederhana penuh makna

Di suatu pagi Jumat yang diberkahi, sambil menunggu pesanan lontong pecal dibungkus, saya memberanikan diri untuk bertanya beberapa hal kepada pemilik dagangan lontong pecal menyangkut profesinya jualan lontong pecal dan nasi kuning (sesuai tulisan yang nempel di kaca).

Ada yang menarik dari pengakuan Ibu Ita panggilan sesuai juga dengan yang terbaca di kaca lemari dagangannya.

Saya pun mulai bertanya, “Sudah berapa lama jualan, Bu?” Sudah empat tahun, dek.” Jawab Bu Ita dengan bangga.

“Satu bungkus berapa, Bu?” Tanyaku lagi seakan sedang interogasi saja.

“Cuma lima ribu saja, dek.” Jawab Bu Ita sambil membungkus pesanan lontong pecal kawan-kawan di KUA Susoh.

Saya pun bertanya lagi menyesuaikan dengan irama Bu Ita membungkus pesanan kami. “Dari dulu sampai sekarang masih lima ribu rupiah per bungkus, Bu?”

Dengan penuh semangat Bu Ita menjawab : “Sejak empat tahun lalu harga lontong pecal saya masih sama harganya tak naik, hanya lima ribu rupiah saja perbungkus,” Untuk apa mahal harganya, tapi nggak habis.

“Tak perlu mahal, yang penting pembeli senang dan dagangan laris,” tambah Bu Ita sambil membungkus lontong pecal terakhir bungkusan ke-13.

Pelajaran berkah dari orang biasa

Dialog itu terjadi tepatnya pada pukul 07.35 di simpang jalan Haji Ilyas jantung kota Blangpidie, Aceh Barat Daya.  Sebuah dialog sederhana di kaki lima bersama orang biasa menggambarkan pandangan hidup orang biasa yang luar biasa.

Pandangan hidup tak rumit tapi menggigit rasa ke-akuan kita. Bahwa hidup ini bisa rumit bisa sederhana, tergantung bagaimana kita mempersepsikannya. Sungguh orang yang pandai itu makan untuk hidup, sedangkan orang bodoh itu hidup demi makan belaka.

Rasulullah Shallahu alaihi wasallam pernah bersabda:

“Sungguh, Allah menguji hamba dengan pemberian-Nya. Barangsiapa rela dengan pembagian Allah terhadapnya, maka Allah akan memberikan keberkahan baginya dan akan memperluasnya. Dan barangsiapa tidak rela, maka tidak akan mendapatkan keberkahan.”

(Hadis riwayat Ahmad)

Ternyata meraih berkah itu mudah didapat diraih. Tengoklah seorang penjual lontong pecal tersebut yang memiliki keyakinan bahwa ukuran bahagia itu bukan terletak pada banyak jumlah atau besar nilai yang didapat, namun sedikit atau kecil lebih baik jika mendatangkan ketenangan.

Sebuah rasa yang lahir dari kesadaran akan posisi hamba yang hanya dipinta untuk berikhtiar lalu berdoa dan kemudian menggantungkan harapan hasil pada Yang Maha Kuasa. Sungguh pelajaran berkah itu mudah didapat dari orang biasa.