Mezquita: Masjid-Katedral Cordoba di Andalusia

Eropa Muhammad Walidin
Muhammad Walidin
Mezquita: Masjid-Katedral Cordoba di komunitas otonom Andalusia, Spanyol
Mezquita: Masjid-Katedral Cordoba di komunitas otonom Andalusia, Spanyol © Juergen Schonnop | Dreamstime.com

Masjid Cordoba dikenal juga sebagai Masjid-Katedral Cordoba atau Masjid Agung Cordoba. Ia merupakan masjid tempat beribadah umat Islam di Cordoba, Spanyol yang diubah menjadi katedral sebagai tempat ibadah umat Kristen pada tahun 1236 Masehi (abad ke-13).

Masjid-katedral La Mezquita de Cordoba ini merupakan bangunan yang memukau bagi dua agama dan budaya yang membentuk Andalusia-Islam dan Kristen. Sebab, bangunan tersebut memiliki sebuah gereja Renaisans yang terletak tepat di atas bangunan yang dulunya merupakan masjid paling penting di kerajaan Islam.

Pembangunan Mezquita

Struktur asli bangunan Mezquita  dibangun oleh Abdurrahman I selaku penguasa Dinasti Umayyah pada 784-786 Masehi (M). Bangunan tersebut kemudian diperbesar pada abad ke-9 dan ke-10. Ini menjadikan ukuran Masjid Cordoba lebih besar dua kali lipat dan membuatnya menjadi salah satu bangunan suci di dunia Islam.

Sementara itu, sebelum masjid-katedral tersebut didirikan, Abdurrahman I membeli setengah dari gereja Visigoth San Vicente. Hal ini dilakukan agar komunitas Muslim bisa melaksanakan salat Jumat.

Kemudian pada 784, dia membeli setengahnya lagi untuk membangun sebuah masjid baru. Tiga ekstensi kemudian hampir membuat masjid-katedral tersebut memiliki luas bangunan empat kali lipat dari ukuran sebelumnya yang bisa dilihat saat ini.

Sejarah Mezquita: Masjid Agung Cordoba

Masjid Cordoba, pada 15 Desember 1994 ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu tempat peninggalan yang sangat bersejarah dan penting di dunia. Masjid Cordoba memiliki ruangan dalam untuk salat.

Ia berbentuk persegi panjang yang dikelilingi oleh lapangan terbuka, seperti model masjid-masjid peninggalan Umayyah dan Abassiyah yang dibangun di Suriah dan Irak. Masjid al-Aqsa di Yarussalem juga menjadi bagian dari inspirasi masjid ini.

Situs Masjid Cordoba aslinya merupakan lokasi gereja Katolik yang dibangun oleh bangsa Visigoth. Setelah Andalusia dikuasai Muslim, lokasi tersebut kemudian dibagi menjadi dua porsi: satu untuk Muslim dan satu untuk Kristen.

Pembagian ini bertahan hingga ketika Khalifah Abdurrahman I dari Dinasti Umayyah membeli porsi Kristen. Ia merubuhkan seluruh bangunan, dan menggantinya dengan Masjid Cordoba di wilayah bekasnya pada tahun 787 M. Pembangunannya terus dilakukan oleh khalifah-khalifah penerusnya.

Fakta menarik Mezquita atau Masjid Agung Cordoba

Arsitektur utama masjid ini mengambil inspirasi dari Maroko. Selain itu, ditemukan juga inspirasi arsitektur bergaya Moorish yang dapat dilihat dari lengkungan dan kolom-kolom yang menghiasi hall utama. Setelah menjadi gereja Katolik, bangunan ini juga menganut gaya arsitektur Renaissance, Gothic dan Baroque.

Daya tarik dan keistimewaan Masjid ini yang bisa bisa dinikmati ketika mengunjunginya. Di antara yang menarik perhatian adalah taman jeruk yang bisa ditemui setelah memasuki pintu utama. Minaret saat ini diubah menjadi menara jam, dan mihrab yang didekorasi dengan mosaic emas serta 857 kolom menghiasi ruang utama.

Tentu menjadi impian kita semua sebagai muslim bisa mengunjungi Mezquita Cordoba yang terletak di komunitas otonom Andalusia, Spanyol ini; meskipun sekarang bentuknya sudah menjadi katedral (secara resmi dikenal dengan nama gerejawinya, Cathedral of Our Lady of the Assumption).