Minat membaca di perpustakaan dan generasi saat ini

Budaya Kkartika Sustry 14-Sep-2020
dreamstime_s_187210923
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia © Hanciong | Dreamstime.com

Iqra adalah kata perintah bermakna ‘Bacalah’, yang ditujukan kepada umat manusia agar membaca baik secara harfiah maupun makna. Lebih luasnya membaca berarti menelaah situasi, lingkungan mencermati di sekeliling kita.

Rasulullah SAW mendapat wahyu pertama di Gua Ghiro (Hira) ketika itu beliau dituntut malaikat Jibril untuk membaca, melalui surah al-Alaq lima ayat pertama. Ketika itu Baginda mengalami guncangan yang dahsyat saat mendapatkan perintah tersebut. Mengingat pentingnya untuk kita selalu membaca dalam situasi apapun, mengamati apa yang terjadi di sekitar kita.

Kita sering mendengar istilah membaca adalah jendela dunia. Jika kita membaca maka kita akan mengetahui banyak wawasan, jika kita membaca kita akan mengenal hal-hal yang baru. Mengingat saat ini generasi yang sudah dimanjakan dengan kecanggihan tekhnologi tentunya menjadi pengaruh bagi minat baca yang sedikit menurun.

Namun, ada dampak positifnya generasi sekarang yang lebih kritis (open minded) terhadap sesuatu yang sedang berkembang menjadikan kita lebih waspada terhadap menurunnya minat baca secara langsung. Mereka lebih memilih membaca melalui gadget yang ada, membaca melalui laptop yang tersedia dan menurunnya pengunjung perpustakaan untuk membaca.

Dengan situasi saat ini, maka perpustakaan tentunya perlu melakukan upaya yang bisa menarik perhatian anak sekolah dan generasi muda untuk tetap menumbuhkan minat baca setiap anak terkhusus di perpustakaan. Kemajuan perkembangan media sosial, permainan online, saluran YouTube dan hal-hal yang berkaitan dengan informasi instan dan cepat tentu mengalahkan pamor perpustakaan dalam memberikan pelayanan utama pada pemenuhan wawasan generasi saat ini.

Banyak buku juga yang tidak dicetak tetapi ada dalam bentuk file PDF (Portable Document Format) atau digital juga mempengaruhi minat banyak anak unuk harus berkunjung ke perpustakaan berkurang. Inilah juga hal yang harus kita kaji ulang agar perpustakaan tetap menjadi referensi bagi banyal orang termasuk generasi sekarang.

Bagaimana membangun minat baca dan pengunjung perpustakaan agar tetap stabil di era saat ini? Perpustakaan harus tetap mengimbangi dan berusaha tetap eksis setidaknya tidak kalah dalam hal strategis menarik minat pengunjung dan pembaca.

Memang sudah banyak sekali taman baca yang didirikan para pemerhati pendidikan. Tentu hal ini juga menjadi strategi untuk membuat generasi tertarik ke perpustakaan. Di antara hal yang bisa dilakukan untuk menarik minat baca generasi saat ini, adanya perpustakaan keliling yang selalu melayani anak-anak yang ingin membaca.

Ada juga dengan tetap memberikan fasilitas dan koleksi buku yang lengkap di perpustakaan membuat pengunjung tertarik untuk berkunjung. Hal-hal lain bisa dilakukan seperti mengadakan event bazar buku atau lomba menulis dan membaca yang dilaksanakan di perpustakaan. Demikian ini agar generasi tidak hanyak terpaku pada teori dan wawasan secara digital tetapi juga tetap menghargai buku yang dicetak.