Mintalah kebaikan dan berdoalah agar dimudahkan

Doa 06 Des 2020 Roni Haldi Alimi
Mintalah kebaikan dan berdoalah agar dimudahkan
Mintalah kebaikan dan berdoalah agar dimudahkan © - Dreamstime.com

Al-Quran, ketika menyebut sesuatu tidaklah di dalamnya ada kesia-siaan tak berfaedah. Sekecil apapun bila disebut di dalam al-Furqan tentu menyimpan hikmah disebaliknya.

Apatah lagi bila sesuatu itu disebut dicantumkan tak hanya sekali dua kali, bahkan berulang-ulang di berbagai ayat dan surah walau itu adalah sebuah nama seseorang. Dr. Utsman al-Khamis dalam Fabi Hudahum hal 327 menyakinkan kita akan penting dan tingginya posisi orang yang dikisahkan kehidupannya dalam Al Quran.

Cabaran Yang Menimpa Nabi Musa a.s

Ingatlah, berbagai cabaran dan ujian telah nabi Musa alaihi salam hadapi. Mulai dari Firaun yang menjajah habis bani Israil dengan membantai setiap bayi lelaki, dan membiarkan hidup tersisa hanya bayi perempuan.

Allah  SWT perintahkan ibunya Musa a.s untuk melabuhkan anaknya ke Sungai Nil. Tak terbayang sebelumnya dibenak ibunda dan keluarga tercinta, Musa kecil diasuh oleh keluarga Firaun di istananya. Musa kecil tumbuh di tengah-tengah calon musuhnya di masa hadapan.

Setelah besar, nabi Musa a.s melarikan diri dari kerajaan Firaun. Bersebab Musa membunuh pengikut Firaun ketika berusaha membantu lelaki bani Israil yang rebutan air dengan korban. Nabi Musa menjadi ketakutan merasa terancam keberadaannya di kota Mesir.

Lalu keluarlah Musa berjalan ke arah negeri Madyan. Di tengah perjalanan, baginda menjumpai dua wanita muda yang sedang mengantri untuk mengambil air untuk ternaknya, namun mereka tidak mampu melakukannya. Kemudian Musa datang menawarkan bantuan.

Ketika itulah, Musa merasa sangat membutuhkan pertolongan dan bantuan. Di saat tergerak hatinya dan dirinya untuk membantu dua wanita yang mengambil air untuk keperluan binatang ternak mereka.

Tapi tiada lagi tempat mengadu, tidak ada keluarga, tidak ada pekerjaan. Tidak mungkin kembali ke Mesir dalam waktu dekat. Di saat itulah, nabi Musa a.s merasa sangat butuh pertolongan Tuhannya.

Di bawah teduh pepohonan, baginda berdoa. Nabi Musa a.s memberi minum ternak itu untuk menolong kedua wanita itu. Kemudian, baginda duduk di tempat yang teduh lalu berdoa:

“Ya Tuhanku. Sesungguhnya aku sangat membutuhkan setiap kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.“

(Quran surah al-Qashas, 24)

Allah SWT berikan jaminan keamanan kepada nabi Musa a.s. Allah kumpulkan baginda bersama orang saleh (ayah si gadis). Si ayah menikahkan Musa dengan salah satu putrinya. Nabi Musa mendapatkan pekerjaan dan tempat tinggal yang aman di kota Madyan.

Mintalah kebaikan dan berdoalah agar dimudahkan

Nabi Musa a.s mendapatkan tongkat yang akan menjadi mukjizatnya. Musa diajak oleh Allah SWT untuk menuju lembah penuh berkah, lembah Tuwa. Di lembah ini, Allah berbicara langsung dengan Musa menjadikannya sebagai Nabi.

Kemudian, nabi Musa a.s mendapatkan banyak mukjizat untuk melawan Firaun. Allah SWT mengangkat saudara Musa, Harun a.s, sebagai nabi yang akan membantu Musa dalam berdakwah. Allah memenangkan Musa, dan Firaun ditenggelamkan di laut merah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dikabulkan. Ketahulilah bahwa Allah tidak akan memperkenankan doa dari seorang hamba yang hatinya lalai.”

(Hadis riwayat at-Tirmidzi)

Doa adalah percakapan hamba dengan Tuhannya. Munajat oleh seorang yang dikasihi kepada dzat Yang Maha Mengasihi. Memohon doa itu meminta, bukan memerintah. Berdoa itu mengharap, bukan memaksa kehendak.

Memanjatkan doa itu penuh keyakinan, bukan ketidakpercayaan. Dan berdoa itu adalah perlu ketetapan hati bukan keraguan kelalaian diri. Perbaiki niatmu, maka Allah SWT akan perbaiki keadaanmu.

Berdoa mintalah kebaikan dengan penuh harap dan keyakinan kepada Allah SWT, maka kebaikan itu pulalah yang akan datang menghampiri mu.