Miras (Khamr) mengapa dilarang Islam?

Kesehatan 04 Mar 2021 Kkartika Sustry
Pilihan oleh Kkartika Sustry
Miras (Khamr) mengapa dilarang Islam?
Miras (Khamr) mengapa dilarang Islam? © Máté Ferenczi | Dreamstime.com

Indonesia saat ini sedang dilema antara kemajuan perekonomian dan kemudaratan suatu makanan. Maka muncullah keresahan masyarakat terhadap isu pemerintah yang akan melegilitas investor minuman keras (disingkat miras).

Padahal di Indonesia mayoritas masyarakat muslim yang memiliki aturan jelas dalam al-Quran melarang mengkonsumsi miras.

Miras (Khamr) mengapa dilarang Islam?

Alhamdulillah berkat tabayun para ulama, akhirnya pemerintah mencabut aturan legalitas penjualan miras tersebut. Sehingga menjadikan masyarakat sedikit lega terkhusus masyarakat muslim.

Jelas saja, minuman keras atau Khamr tidaklah baik bagi peminumnya. Miras dalam Islam diberi garis keras larangan untuk dikonsumsi. Mengapa demikian? tentulah ada mudarat yang membahayakan bagi peminumnya.

Ayat al-Quran menegaskan:

“Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah ” pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya….”

(Quran surah al-Baqarah, ayat 219)

Pada ayat tersebut dikatakan bahwa bahaya dan dosa bagi peminum khamr sangatlah jelas. Pada awalnya khamr sudah ada pada zaman jahiliyah yang dikonsumsi oleh masyarakat jahiliyah.  diharamkan secara bertahap sebagaimana terdapat pada ayat yang diturunkan kepada Rasulullah SAW.

Seseorang yang mengkonsumsi khamr atau minuman keras, akan menjadi mabuk dan lupa kesadaran. Analogi saja, orang yang hilang akalnya tidaklah lurus dalam melakukan ibadah maupun aktivitas lain sehingga tidak bisa diterima secara akal sehat apa yang diperbuat.

Begitu pula seseorang yang mengkonsumsi khamr, bisa mengakibatkan mabuk dan tingkat kesadaran menjadi hilang. Hal ini juga akan berakibat sehingga terpengaruh oleh setan. Bisa saja orang yang mabuk tidak mengenali saudara dan perkataan juga perbuatannya ketika mabuk tidak terkontrol.

Jangan mendekati miras, berbahaya dan mudarat 

Sering kali orang yang mabuk melakukan perbuatan setan, melukai orang, memukul bahkan membunuh. Hal ini yang dikhawatirkan sebagai mudarat dari bahaya miras bagi kesehatan tubuh.

Allah SWT berfirman dalam surah-Nya:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu salat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan.”

(Quran surah an-Nisa, ayat 43)

Potongan ayat tersebut menegaskan bahwa seseorang yang sedang mabuk akibat dari minum khamr tidaklah sah untuk salat. Demikian juga bahwa itulah mudarat daripada mengkonsumsi khamr karena mengakibatkan rusaknya kesehatan bagi tubuh juga mendapatkan dosa besar.

Seseorang yang minum khamr dilarang salat karena ketika salat kita diharapkan untuk dalam kondisi sadar dan khusyuk dalam menghadap kepada Allah Taala. Jadi dosanya berlipat ketika meminum khamr, belum lagi jika peminum tersebut melakukan hal-hal yang dilarang dalam syariat.

Jadi, sudah dilarang dalam salat mendapat dosa pula, maka berlipatlah dosanya. Oleh karena itu, janganlah mendekati minuman keras tersebut yang berbahaya bagi kesehatan tubuh dan mudarat dalam aturan syariat Islam.