Mitos ketika haid yang perempuan harus tahu

Kesehatan Fisik 13 Mar 2021 Merry Lestari
Terbaru oleh Merry Lestari
Mitos ketika haid yang perempuan harus tahu
Mitos ketika haid yang perempuan harus tahu © Chavapong Prateep Na Thalang | Dreamstime.com

Mitos merupakan salah satu hal yang sangat melekat erat dalam suatu mayarakat, serta ada berbagai macam jenisnya. Biasanya sebuah mitos identik dengan hal-hal yang tidak boleh dilakukan karena beberapa alasan yang kemudian menjadi sebuah kepercayaan dalam suatu masyarakat.

Salah satunya yaitu berbagai mitos atau larangan-larangan ketika seorang wanita sedang mengalami menstruasi atau haid. Berbagai macam mitos haid yang beredar kemudian membuat kebanyakan wanita menjadi khawatir. Jadi tidak bebas melakukan banyak hal ketika sedang menstruasi.

Namun pada kenyataannya tidak semua mitos tersebut benar adanya. Sehingga perlu dipahami lagi secara seksama kebenaran dari mitos-mitos ketika menstruasi tersebut sebelum mempercayainya.

Mitos dan fakta ketika haid

Menstruasi atau haid  merupakan sebuah tanda kedewasaan atau aqil baligh dari seorang wanita muslimah. Artinya ketika seorang wanita muslimah telah mengalami haid, maka seluruh dosa dan pahala yang dilakukannya sudah menjadi tanggungan sendiri. Ia wajib di pertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Dalam Islam, pembahasan terhadap menstruasi menjadi suatu kajian yang penting. Ini wajib diketahui oleh para muslimah terutama pada masa awal menstruasi tentang kebenaran mengenai larangan ketika haid yang sesuai dengan ajaran Islam.

Mengingat banyaknya mitos-mitos yang beredar di tengah masyarakat, berikut dirangkum dari berbagai sumber, mitos mengenai haid yang sering beredar di tengah masyarakat beserta faktanya:

1. Mitos ‘Wanita haid tidak boleh keramas’

Kabarnya jika wanita yang sedang haid keramas, maka akan menyebabkan sakit kepala, sehingga akhirnya tidak sedikit wanita yang rela tidak keramas selama berhari-hari hingga menstruasinya selesai.

Faktanya, ketika wanita yang sedang haid memang bisa mengalami sakit kepala. Namun  hal itu bukanlah disebabkan karena keramas, melainkan karena sindrom premenstrual.

Justru kamu perlu mencuci rambutmu secara rutin untuk menjaga kebersihan rambut dan kulit kepala.

2. Mitos ‘Minuman soda dapat melancarkan haid’

Ada beberapa wanita yang  terkadang mengalami kesakitan ketika haid sehingga  menjadi tidak nyaman melakukan kegiatan sehari-hari karena haid yang tidak lancar. Ada sebuah mitos bahwa dengan meminum minuman bersoda, maka akan membuat haid menjadi lancar.

Faktanya, berdasarkan hasil dari sebuah penelitian berhasil mematahkan mitostersebut dan menunjukkan bahwa tidak ada hubungannya antara minuman bersoda dengan kelancaran menstruasi.

Penyebab menstruasi tidak lancar adalah karena hormon yang bertugas mengatur siklus menstruasi tidak seimbang, perubahan berat badan, atau karena stres. Cara agar menstruasi lancar adalah bukan dengan minum minuman bersoda, melainkan dengan berolahraga, mengonsumsi makanan sehat dan perbanyak minum air putih.

3. Mitos ‘Tidak boleh minum minuman dingin saat haid’

Wanita juga dilarang minum minuman menjelang haid atau ketika sedang haid,  karena dapat membuat jadwal datangnya si tamu bulanan ini menjadi terlambat. Hal tersebut karena minuman dingin dianggap dapat membekukan darah haid dan membuat dinding rahim mengeras.

Faktanya, haid berhubungan dengan sistem reproduksi wanita, sedangkan makanan dan minuman berhubungan dengan sistem pencernaan. Jadi, mengonsumsi minuman dingin tidak berpengaruh pada keterlambatan menstruasi seseorang.

Menstruasi yang datang terlambat disebabkan oleh tiga hal, yaitu adanya masalah pada dinding rahim, masalah hormonal dari indung telur, dan masalah psikologis, seperti stres.

4. Mitos ‘Tidak boleh berenang ketika haid’

Wanita yang sedang menstruasi dilarang berenang karena akan membuat air kolam berubah menjadi merah, dapat menghentikan siklus menstruasi, bahkan dapat menyebabkan mandul.

Faktaanya, darah haid tidak akan mengotori kolam renang dengan berubah menjadi berwarna merah, karena tekanan air di dalam kolam renang akan menghambat darah keluar selama wanita haid berada di dalam air. Meski demikian, tekanan air kolam tidak akan menghentikan darah haid sehingga tidak keluar sama sekali.

Selain itu, kegiatan olahraga ini juga tidak akan memengaruhi kesehatan reproduksi wanita yang sedang menstruasi. Namun, sebagian besar wanita memang mengaku tidak nyaman untuk berenang ketika sedang menstruasi, apalagi jika darah yang keluar sedang banyak.

5. Mitos ‘Dilarang berhubungan intim ketika wanita sedang haid’

Banyak pasangan yang menunda berhubungan intim karena wanitanya sedang menstruasi. Berhubungan intim saat sedang menstruasi dianggap hal yang menjijikan atau kotor.

Untuk mitos yang satu ini dibenarkan di dalam Islam. Ini karena berdasarkan sebuah hadis mengatakan bahwa melakukan hubungan intim ketika sedang haid merupakan hal yang dilarang.

Sebagaimana disampaikan dalam sebuah hadis Nabi Muhammad SAW:

“Barangsiapa yang menyetubuhi wanita haid atau menyetubuhi wanita di duburnya, maka ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

(Hadis riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Hadis ini telah mematahkan pendapat para ahli yang mengatakan bahwa larangan berhubungan seks ketika haid adalah mitos.

Dalam ilmu kesehatan pun hal ini menjadi sesuatu yang dilarang. Sel telur yang meluruh dalam dinding rahim harus keluar terlebih dahulu dan tidak boleh dibuahi. Jika terjadi pembuahan, padahal sel telur tersebut sudah mengalami peluruhan maka akan terjadi penyakit pada wanita tersebut.

Oleh sebab itulah, mitos tidak boleh berhubungan intim ketika haid adalah benar adanya, menurut agama maupun dalam dunia kesehatan.