Momentum Ramadan bersama Al-Quran

Al-Quran Roni Haldi Alimi
Terbaru oleh Roni Haldi Alimi
Momentum Ramadan bersama Al-Quran
Momentum Ramadan bersama Al-Quran © Odua | Dreamstime.com

“Allah Ta’ala memuji Ramadan, dengan cara memilihnya di antara bulan-bulan yang lain untuk diturunkan Al-Quran.”

Itulah ungkapan Imam Ibnu Katsir menegaskan hubungan dekat lagi kuat antara Ramadan dengan Al-Quran. Bukan hanya dikarenakan Ibadah puasa, di sana ada momentum agung yaitu diturunkannya Al-Quran. Al-Quran yang menjadi pedoman hidup orang beriman.

Rasulullah SAW bersama Al-Quran

Rasulullah pun menjadikan Ramadan sebagi momentum bersama Al-Quran. Muraja’ah, mereview bacaan, mengevaluasi hafalan, memperdalam pengetahuan dan mengimplementasikan pengajaran dari Al-Quran. Momentum berharga itu ada di kala Ramadan.

Buktinya dikala Ramadan, Rasulullah SAW lebih banyak durasi dengan Al-Quran bersama malaikat Jibril sebagaimana dalam Shahih Bukhari dinyatakan:

“Rasulullah SAW, adalah orang yang paling dermawan, kedermawanannya bertambah kita bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengulang bacaan Al-Quran. Saat ditemui Jibril, Rasulullah adalah lebih dermawan dari angin yang berhembus”.

Pertemuan istimewa antar kedua makhluk Allah yang juga istimewa. Pertemuan antar manusia agung Nabi yang dicintai Allah Muhammad Shalallahu Alaihi wa sallam dengan Malaikat agung Jibril Alaihi salam.

Para ulama bersama Al-Quran

Para Ulama dan Salafuna Shalihin tak kalah hebatnya memanfaatkan momentum Ramadan bersama Al-Quran. Lihatlah sang Khalifah ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu bagaimana beliau bersama Al-Quran di bulan Ramadan. Diceritakan bahwa beliau menghidupkan seluruh malamnya Ramadan dengan membaca Al-Quran di setiap rakaat shalat malam.

Lain halnya dengan Sahabat Rasulullah Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu, beliau mampu mengkhatamkan Al-Quran di setiap delapan harinya. Sementara Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i rahmatullah ‘alaih, bahkan di bulan berkah ini mampu mengkhatamkan Al-Quran sebanyak enam puluh kali selain Al-Quran yang beliau baca di waktu shalat.

Adapun Qatadah rahmatullah ‘alaih, biasa mengkhatamkan Al-Quran setiap pekannya. Jika datang bulan Ramadan, beliau mampu mengkhatamkannya setiap tiga harinya dan di sepuluh hari terakhirnya beliau mampu mengkhatamkannya di setiap malamnya. Begitulah dikisahkan oleh Imam Ibnu Rajab Al Hambali dalam Lathaif Al-Ma’arif halaman 191.

Bagaimana kita dengan Al-Quran?

Tersisalah pertanyaan untuk kita, seberapa cerdas kita memanfaatkan momentum Ramadan dekat akrab bersama Al-Quran? Sudahkah kita punya progres menghabiskan momentum Ramadan bersama Al-Quran?

Sudahkan baik lagi benar bacaan Al-Quran kita? Adakah target khatam baca Al-Quran di kala Ramadan? Terbayangkan oleh kita untuk menjadi ahli Al-Quran dengan mentadabburinya?

Momentum itu selalu dan akan terus hadir. Namun jika ia terlewatkan, penyesalan besar berupa kenangan pahit. Orang yang cerdas ketika mengetahui kemudian memanfaatkan kehadiran momentum, berakibat keberuntungan berujung kebahagiaan.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.