Motivasi berislam bagi Mualaf

Islam untuk Pemula Kkartika Sustry
Terbaru oleh Kkartika Sustry
Motivasi berislam bagi Mualaf
Motivasi berislam bagi Mualaf © Alengolas | Dreamstime.com

Hidayah itu milik Allah Taala tetapi kita perlu menjemputnya. Banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran berharga agar hidup ini selalu mendapatkan hidayah dari Allah SWT. Ketika seseorang buta terhadap agamanya, maka tidaklah ia mendapatkan ketenangan kecuali ia berfikir dan memulai belajar sedikit demi sedikit tentang keyakinan kepada Allah.

Oleh karena itu, bersyukurlah manusia yang sudah muslim sejak lahir dengan hidayah dari wasilah orangtua.

Motivasi berislam bagi Mualaf

Namun, bukan berarti seseorang tidak dapat merasakan nikmat Islam sama sekali, melainkan ia mendapat hidayah di usia yang sudah remaja atau dewasa maka jadilah ia seorang Mualaf.

Mualaf yakni seorang non muslim yang mendapat hidayah untuk meyakini agama Allah Taala – Islam. Golongan mualaf ini pula penting sekali untuk diperhatikan. Seorang mualaf diawal perjuangannya mendapatkan hidayah juga banyak menemui kesulitan, baik dari faktor eksternal maupun internal.

Ujian yang dihadapi mualaf bermacam-macam. Mulai dari dikucilkan dari keluarga yang tidak mendukung keputusannya beragama Islam. Atau faktor ekonomi yang tidak mencukupi bahkan yang sudah pasti dari diri sendiri mengenai minimnya ilmu pengetahuan agama.

Dengan demikian, tugas kita sebagai saudara sesama muslim adalah amat penting sekali. Yaitu memotivasi dan membantu mereka agar tetap pada keyakinan barunya yaitu beragama Islam.

Sebagai saudara muslim seagama, tugas kita membimbing dengan cara bertahap agar mualaf bisa memahami Islam secara kaffah (totalitas), utuh dan keimanannya semakin bertambah.

Apa yang bisa kita lakukan dalam memotivasi mualaf?

Beberapa hal yang bisa kita lakukan dalam memotivasi mualaf agar nyaman dalam berkeyakinan Islam di antaranya:

Pertama: Dakwah secara berangsur-angsur

Rasulullah SAW menyampaikan kaidah Islam dengan berangsur-angsur, artinya dengan melihat latar belakang kemampuan seorang penerima. Setiap sesuatu memiliki proses, termasuk untuk belajar memperdalam ilmu agama dengan proses dan bertahap.

Dianalogikan seorang mualaf seperti anak-anak usia dini yang baru belajar menulis, maka hal awal yaitu dengan mengeja dan mengenal huruf secara bertahap sampai pada ia mampu memahami suatu wacana.

Begitupun seorang mualaf, dalam mengenal Islam hendaknya secara bertahap dan sabar, seyogyanya mengajak mereka untuk belajar keyakinan adanya Allah SWT dan rukun Islam. Namun, dengan lemah lembut tetapi tetap tegas.

Demikian ini agar membuat para mualaf nyaman dengan keyakinan dan semakin menambah keimanan mereka. Menyampaikan kebenaran terkhusus kepada mualaf tentu dengan lemah lembut agar tetap menjaga perasaanya sehingga ia benar-benar terlindungi dari masalah terkucilkan karena orang baru.

Allah Taala berfirman:

“Berilah pengajaran kepada keluargamu terdekat, dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.”

(Quran surah Asyu’aro, ayat 214)

Kedua: Mengenalkan al-Quran dan buku dasar Islam

Pengajaran secara bertahap kepada para mualaf. Terlebih lagi mereka yang belum mengenal ayat al-Quran dan huruf hijaiyah. Maka, mulai dengan mengajak mereka mendengarkan audio murotal.

Atau mengajarkan secara langsung huruf-huruf hijayah. Juga dengan memberikan buku-buku dasar Islam agar ia membaca bagaimana Islam yang sesungguhnya dengan cara belajar dan menambah ilmu.

Mengajak mereka untuk berlomba mendapatkan pahala walaupun belum bisa membaca al-Quran, setidaknya membaca terjemahnya.

Ketiga: Membantu finansial

Tidak dipungkiri orang yang mendapat hidayah bukan sebagian dari kalangan ekonomi cukup tetapi ada pula dari yang berekonomi rendah. Maka penting sekali kita mensupport mereka dengan finansial atau materi.

Jika ia perempuan berilah ia hadiah dengan hijab dan pakaian muslimah. Di kala bulan Ramadhan dan Idul Adha, berilah mereka sedekah juga bagian dari hewan kurban. Hal ini bukan hanya memberi melainkan mengajarkan kepada mereka bahwa Islam agama yang penuh kasih sayang antar sesama.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.