Muhasabah diri di penghujung hari

Muhasabah diri di penghujung hari © Mujibur Rohman | Dreamstime.com

Detik demi detik mentari tenggelam di cakrawala. Indah mempesona. Sebagian orang sengaja mengabadikan momen tersebut terutama di bibir pantai. Padahal fenomena alam itu telah ada semenjak kemaren lusa, dan akan tetap ada ketika hari esok tiba.

Bagi umat Islam, pergerakan matahari bukanlah sebatas fenomena alamiah biasa. Namun lebih dari itu, sangat erat hubungannya dengan ibadah harian, bulanan dan tahunan seorang Muslim.

Permulaan hari dalam kalender Hijriah dimulai dari terbenamnya matahari. Saat Ini adalah waktu berbuka puasa pada bulan Ramadan maupun puasa sunah di bulan lain. Ketika itu juga di syariatkan salat fardu Magrib hingga tidak ada lagi shafa merah jingga di ufuk barat.

Dalam ilmu Astronomi, ketinggian matahari 18°-20° di bawah horizon atau saat astronomical twighlight berakhir. Setelah itu waktu salat Isya dimulai hingga terbit fajar. Kemudian dilanjutkan salat Subuh hingga terbit matahari.

Tidak ada salat fardu selepas matahari terbit hingga menjelang tepat di posisi titik tertinggi/zenith. Meskipun begitu disyariatkan melaksanakan salat Duha bagi mereka yang ingin harinya diberkahi dan dilapangkan rezeki.

Waktu salat Zuhur di antara sesaat matahari mulai tergelincir di atas zenit hingga ketika matahari di posisi membentuk bayangan setinggi badan. Kemudian dilanjutkan dengan salat Asar hingga mentari terbenam.

Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa permulaan hari bagi kaum Muslim dimulai ketika Magrib dan diakhiri ketika Asar. Setiap hari manusia diberi waktu dua puluh empat jam, seharusnyalah mereka memanfaatkan sebaik-baiknya dengan beribadah kepada Allah SWT. Tentu sangat rugi rasanya jika waktu berlalu sia-sia.

Hal ini ditegaskan Allah SWT dalam surah al-Asr: “Demi waktu Asar, sesungguhnya manusia dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman dan beramal saleh serta saling berwasiat dengan kebenaran dan kesabaran.”

Dalam ayat di atas kerugian ini bisa ditepis dengan keimanan  yang kokoh dan amalan kebaikan  yang diganjar Allah SWT dengan pahala berbuah Surga. Sudah seyogyanya manusia tidak hanya menikmati sunset dengan decak kagum saja, tetapi harus juga dengan memuhasabah diri agar tidak merugi.