Muhasabah tahun baru 1442 Hijriah, bangkitlah umat Islam

Semoga anda sehat sepanjang tahun 1442 Hijriah! (Kullu am wa antum bikhair) © Mfaqeeh | Dreamstime.com

Alhamdulillah, kita telah memasuki tahun baru 1442 Hijriah. Demikian cepat waktu berlalu. Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan kini tahun pun telah berganti. Setiap pergantian waktu adalah momentum bagi kita untuk bermuhasabah atau mengevaluasi diri.

Meskipun muhasabah sebenarnya tak harus menunggu hingga akhir tahun. Namun, momentum seperti pergantian tahun ini menjadi sarana yang memudahkan kita untuk mengevaluasi dengan membandingkan periode waktu tertentu dengan periode sebelumnya.

Muhasabah adalah keniscayaan bagi orang-orang beriman. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Quran: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Surah al-Hasyr, ayat 18)

Muhasabah yang biasa diartikan instropeksi, secara bahasa kata ini memiliki makna antara lain menghitung atau membuat perhitungan, melihat, mempertimbangkan. Dengan demikian ketika kita melakukan muhasabah kita sedang melihat apa-apa yang telah kita lakukan, lalu kita melakukan perhitungan atas amal-amal tersebut untuk menjadi pertimbangan dalam melangkah ke depan.

Makanya beruntunglah mereka yang senantiasa melakukan muhasabah atas dirinya sehinggga dia terhindar dan tidak terjatuh pada kesalahan yang sama. Bermuhasabah bukanlah membuat kita tengggelam dengan masa lalu yang akhirnya kita terjebak dengan romantisme atau justru sebaliknya, yaitu punya perasaan bersalah yang berlebihan yang akhirnya kita malas melakukan perbaikan, malah jatuh pada rasa kecewa yang mendalam dan depresi.

Muhasabah itu  mengevaluasi diri sehingga kita dapat berdamai dengan masa lalu kita  untuk perbaikan di masa depan dan di samping itu juga, untuk memperbaiki hubungan dengan  Alllah SWT dan hubungan kita dengan makhluk Allah yang lain.

Saat ini, ada di antara umat Islam yang terkesan cuek dengan momentum tahun baru Hijriah. Akan tetapi kita harus tetap berkeyakinan bahwa selalu ada sekelompok umat Islam yang terus berjuang untuk menjauhkan umat dari fitnah-fitnah keji yang dilontarkan oleh kaum Islamphobia.

Hakikat kebenaran nilai-nilai Islam semakin terbuka lebar dan semakin banyak diminati oleh umat manusia. Dan momentum tahun baru Islam adalah momentum kebangkitan generasi muda Islam yang cinta akan negeri dan bangsanya, yang tidak rela negeri ini menjadi budak  liberalisme, sekulerisme, komunisme dan paham menyimpang lainnya.

Meskipun di tengah suasana pandemi virus corona yang belum mereda, namun di banyak tempat, umat Islam masih menunjukkan semangat kebersamaannya dengan menggelar kegiatan muhasabah akbar, tablig akbar, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang bertujuan menggelorakan semangat persatuan umat.

Akhirnya, berhubung di bulan ini  bersempena ulang tahun kemerdekaan Indonesia dan sekaligus pergantian tahun baru Islam, alangkah eloknya jika umat Islam di Indonesia menjadi teladan bagi umat bangsa lain dalam kebersamaan membangun bangsa dan mewujudkan negeri yang baldatun thoyyibatun warobbun ghafur (negeri yang baik dengan Rabb Yang Maha Pengampun). Insya Allah.