Mushaf Al-Quran tertua di dunia – bisa jadi dari zaman Nabi Muhammad SAW

Al-Quran Asna Marsono
Pilihan oleh Asna Marsono
Mushaf Al-Quran tertua di dunia - bisa jadi dari zaman Nabi Muhammad SAW
Mushaf Al-Quran tertua di dunia - bisa jadi dari zaman Nabi Muhammad SAW © thenationalnews.com

Mushaf Al-Quran tertua yang pernah ditemukan dapat dilihat di Barber Institute of Fine Arts (Fakultas Seni Murni), Universitas Birmingham. Fragmen-fragmen ini merupakan dua halaman dari kitab suci.

Menurut para ahli, seseorang mungkin telah menulis halaman-halaman ini selama masa hidup Nabi Muhammad SAW sendiri. Penemuan ini dibuat pada tahun 2015. Sejak itu, orang-orang dari berbagai negara, Muslim dan non-Muslim sama-sama telah berdesak-desakan ke perpustakaan untuk melihat dua halaman ini.

Penemuan

Orang yang menemukan fragmen Al-Quran tertua ini adalah Alba Fadeli. Ia kemudian mengerjakan naskah Mingana sebagai bagian dari penelitian Ph.Dnya. Tiba-tiba, dia menemukan dua halaman perkamen, yang terikat bersama dengan naskah Al-Quran lainnya.

Naskah kaligrafi terlihat sangat mirip diantara dua halaman ini, setelah mengamati dari dekat Fadeli menemukan mereka berbeda. Ia segera pemberitahukan hal ini dari otoritas perpustakaan. Ia merasa dua halaman ini jauh lebih tua daripada halaman lain dari naskah.

Bahkan, menurut laporan surat kabar, sebuah lembaga Jerman sebelumnya meminta universitas untuk menguji naskah yang sama dengan benar. Namun, universitas menolak permintaan ini.

Untungnya, universitas menganggap serius penemuan Fadeli  dan para ahli melakukan tes jejak karbon. Hasil yang menakjubkan, tes menunjukkan, dengan akurasi 95,4 persen bahwa dua halaman itu milik periode antara 568 dan 645 Masehi.

Nabi Muhammad SAW menerima wahyu-wahyu yang membentuk Alquran, kitab suci Islam, antara 610 dan 632 M. Beliau meninggal pada tahun 632 M. Oleh karena itu, ada kemungkinan bahwa dua halaman ini berasal dari Al-Quran ditulis selama masa hidup nabi.

Penemuan mushaf dari Al-Quran tertua menciptakan riak di antara para ulama di seluruh dunia. Muhammad Isa Waley, seorang kurator senior di British Library, menyebut penemuan itu sebagai “berita bersukacita hati orang Muslim.”

Apa yang sangat penting adalah bahwa, bahkan jika itu ditulis beberapa tahun setelah kematian nabi, penulis hampir pasti melihat dan mendengar Nabi Muhammad SAW berkhotbah. Dengan demikian, dua halaman ini termasuk dalam sebuah era awal setelah didirikannya Islam.

Dua halaman

Dua halaman Al-Quran tertua, yang telah bertahan hingga hari ini, terbuat dari kulit kambing. Halaman-halaman ditulis dengan tangan rapi dalam aksara Hijazi kuno.

Susan Worrell, direktur koleksi khusus perpustakaan mengatakan kepada media berita, “Pada pandangan pertama, mereka terlihat identik dengan halaman lain, tetapi begitu Anda tahu Anda dapat melihat bahwa teks tidak mengalir. Naskahnya luar biasa, masih terbaca bagi siapa saja yang bisa membaca bahasa Arab hari ini.”

Halaman-halaman Al-Quran tertua tersebut datang ke perpustakaan dengan manuskrip tua Timur Tengah lainnya. Teolog dan Pendeta Alphonse Mingana  awalnya mengumpulkan pecahan ini pada tahun 1920-an. Tapi tidak diketahui di mana ia menemukannya. Dua halaman ini berisi bagian dari dua Surah: 18 dan 20.

Penemuan mushaf Al-Quran tertua mendorong kembali tanggal Al-Quran tertua yang masih hidup selama beberapa abad.