Musibah dan bala – ujian pasti datang

Kehidupan Tholhah Nuhin 10-Okt-2020
dreamstime_s_145854032
Masjid Agung Baiturrahman yang sekarang di Banda Aceh, Indonesia © Tatsiana Hendzel | Dreamstime.com

Kehidupan ini tidak pernah lepas dari ujian (bala) atau musibah. Musibah dan bala – ujian pasti datang – ujian yang kaitan dengan rasa takut, rasa lapar dan pengurangan nikmat yang pernah dimiki dalam kehidupan.

Allah SWT berfirman:

“Dan aku pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar”

(Surah Al-Baqarah, 2 : 155)

Musibah dan bala – ujian pasti datang

Itulah contoh beberapa musibah atau bala’ yang dapat menimpah semua orang. Baik disebabkan karena ulah tangan-tangan jahat manusia atau memang sudah kehendak Allah SWT, untuk menjelaskan bahwa kehidupan ini adalah ujian.

Allah SWT berfirman:

“Tak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah”

(Surah Al-Taghaabun, 64 : 11)

Musibah pada dasarnya didatangkan Allah karena ulah atau kesalahan manusia. Sedangkan bala tidak mesti demikian, dan bahwa tujuan bala adalah peningkatan derajat seseorang di hadapan Allah.

Maka kita dapat mendengar, melihat, bahkan mungkin merasakannya sendiri adanya musibah atau bala. Orang yang tinggal di daerah dataran tinggi, dengan mudah terkena musibah longsor. Yang tinggal di daerah dataran rendah, dengan mudah tersapu musibah banjir.

Dan yang merasa aman, karena ia tinggal di daerah yang dipandang aman, jauh dari longsor ataupun banjir, kalau waktunya sudah tiba, musibah pasti datang kepadanya, atau justru ia yang mendatangi musibah.

Allah SWT pemelihara seluruh alam

Musibah itu bisa berupa kebakaran, kecelakaan, sakit, kematian dan yang lainnya. Dan cukuplah sebagai pelajaran yang tak terlupakan sekaligus peringatan bagi kita semua, ketika Allah SWT menunjukkan sedikit keagungan dan kebesaran-Nya.

Dengan tsunami yang pernah memporak-porandakan bumi Aceh dan Sumatra Utara, bahkan sekian banyak negara di kawasan Asia pada akhir tahun 2004, yang mengakibatkan korban jiwa ratusan ribu orang. Sungguh merupakan peristiwa yang sangat luar biasa serta menimbulkan dampak yang amat besar, bukan saja dari segi fisik material, bahkan juga psikis dan spiritual.

Berbagai anggapan muncul dan sekian banyak orang goncang hati dan imannya. Ada yang berkata bahwa Allah SWT telah murka, ada juga yang melontarkan ucapan bahwa Tuhan kejam dan tidak lagi mengasihi.

Sebagai seorang beragama yang percaya akan ke-Esa-an Allah SWT dan kasih sayangnya, yang sangat luas melampui kemarahan-Nya, maka semua ungkapan di atas tidaklah pantas terlintas dalam jiwa dan hati. Lebih-lebih dari seorang muslim yang bersangka baik kepada Khaliqnya.

Kita harus yakin bahwa Allah SWT adalah Rabb al-Alamin (Pemelihara seluruh alam) yang tidak pernah menurunkan ujian dan musibah kecuali atas kehendak-Nya .