Muslim adalah target pengawasan teknologi

Teknologi 12 Feb 2021 Merry Lestari
Merry Lestari
Muslim adalah target pengawasan teknologi
Muslim adalah target pengawasan teknologi © Mykhailo Polenok | Dreamstime.com

Artikel ‘Muslim adalah target pengawasan teknologi’ ini akan membahas tentang pentingnya perhatian terhadap muslim sebagai target pengawasan teknologi. Karena pada saat ini umat muslim menjadi salah satu incaran dari berbagai kejahatan yang dilakukan melalui teknologi, seperti media maupun alat-alat teknologi lainnya.

Sehingga pengawasan terhadap umat muslim dari ancaman kejahatan teknologi pada saat ini dirasa perlu untuk lebih ditingkatkan lagi.

Pengaruh teknologi bagi Muslim

Pada saat ini, teknologi merupakan instrumen penting dalam segenap aspek kehidupan. Teknologi berfungsi sebagai sarana yang dapat meringankan berbagai beban aktivitas yang dilakukan oleh manusia.

Teknologi di era global yang didukung komunikasi tanpa batas, yang akan menghadirkan dua wajah pada masyarakat pengguna. Dalam satu sisi teknologi bermanfaat bagi manusia dalam berbagai tatanan berbagai aspek kehidupan.

Dalam Islam, tidak ada keraguan lagi dan tegas menyatakan bahwa teknologi dan media itu menjadi bagian yang perlu menjadi perhatian bersama. Apalagi dapat membawa manfaat dalam berbagai sisi pengamalan, aktualisasi agama lebih baik lagi.

Disadari bahwa berbagai persoalan yang dihadapi dalam kehidupan keagamaan selama ini didahului oleh berbagai kesalahpahaman. Dan tidak jarang terjadi karena adanya kesenjangan yang terjadi dalam berbagai hal terkait teknologi, media. Sehingga komunikasi yang terbangun tidak dapat mencapai sasaran yang dituju.

Konsep demikian sudah barang tentu menunjukkan bahwa umat Islam dapat membina saling pengertian yang baik dengan umat dari agama lain. Seperti dapat dijelaskan dari penegasan ayat al-Quran ini:

“Janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah karena nanti mereka akan memaki Allah secara melampaui batas tanpa pengetahuan. Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahlul-Kitab melainkan dengan cara yang paling baik.”

(Quran surah al-An’am, ayat 108)

Namun pada sisi lain, teknologi juga dapat menyalahi kodrat manusia sebagai makhluk ciptaan-Nya. Yakni ketika pemanfaatan media teknologi tersebut tidak mengindahkan norma, dan nilai-nilai yang melingkupinya.

Pada saat ini, teknologi media sering disalahgunakan dalam berbagai bentuk apa pun. Demi kepentingan tertentu yang akibatnya dapat merendahkan dan mengabaikan berbagai sebaran norma-norma, nilai-nilai, dan berbagai macam ukuran kepatutan dalam komunitas dan masyarakat.

Penyalahgunaan teknologi tersebut akhirnya akan melahirkan dekonstruksi kehidupan dan berbagai sikap, serta tindakan kontraproduktif. Seperti tawuran masal, korupsi yang merajalela, premanisme, pelecehan seksual, penyalahgunaan narkoba, dan bentuk-bentuk perbuatan jahat lainnya.

Muslim adalah target pengawasan teknologi

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah terus mengembangkan berbagai langkah dan tindakan dalam bentuk formulasi dan implementasi. Ia termasuk dalam bentuk konsistensi pengawasan yang berkelanjutan.

Targetnya adalah pemberdayaan untuk memihak eksistensi para generasi kita dalam berbagai macam ekspresinya untuk pengayaan pengembangan kognitif, afektif, dan psikomotoriknya yang kian prospektif. Agar tercapai formulasi tonggak estafet bangsa dengan berbagai kesalahan yang berbasis media dan teknologi.

Sebagai salah satu contoh yaitu program pengawasan massal pemerintah Amerika Serikat (AS)  terhadap Muslim. Council on American-Islamic Relations (CAIR), organisasi hak-hak sipil Muslim terbesar di AS, menyerukan penyelidikan kongres terhadap kemungkinan pengawasan atas Muslim Amerika.

Namun, rupanya program AS tersebut merupakan sebuah program pengawasan terhadap teroris yang mengatasnamakan muslim. Ia bernama The Terrorist Surveillance Program  yaitu sebuah program pengawasan elektronik yang dilaksanakan oleh Badan Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat, dibangun dari 11 September 2001.

Program tersebut memungkinkan Amerika Serikat untuk secara diam-diam melacak miliaran panggilan telepon yang dilakukan oleh jutaan warga AS selama beberapa dekade, yang dilakukan di bawah payung keseluruhan Perang Melawan Terorisme yang mengatasnamakan muslim.