Muslim itu saudara seagama

Islam Kkartika Sustry
Kkartika Sustry
Muslim itu saudara seagama
Muslim itu saudara seagama © Distinctiveimages | Dreamstime.com

Saudara seagama atau lebih dikenal dengan istilah Ukhuwah Islamiyah yaitu saudara seiman dan seakidah yakni agama Islam. Muslim itu saudara seagama dan kata ‘ukhuwah’ dalam al-Quran disebutkan kurang lebih sebanyak 52 kali.

Secara historis bisa kita perhatikan ketika adanya persaudaraan antara kaum Anshar dan kaum Muhajirin.

Muslim itu saudara seagama

Kaum Anshar merupakan penduduk asli Madinah menjadi keluarga bagi kaum Muhajirin. Kaum Anshar menjadi penolong dalam berbagai aspek seperti berdakwah, memenuhi kebutuhan makanan, berdagang dan aktivitas bagi kaum Muhajirin di kota Madinah.

Hadis Rasulullah SAW menjelaskan bahwa pentingnya persaudaraan antar sesama Muslim dalam berikut ini:

“Perumpamaan antara orang mukmin dengan sesama mukmin dalam berkasih sayang dan saling mencintai bagaikan satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh terasa sakit, tentu seluruh anggota tubuh lainnya merasakan sakit juga yaitu dengan tidak bisa tidur dan merasa demam.”

(Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

Muslim itu bersaudara. Jika kita ada yang terluka sesama agama Islam meskipun kita jauh di ujung dunia sekalipun, sebagai umat Islam tentulah hatinya tersentuh dan ikut terluka.

Kita sebagai Muslim di Indonesia yang selalu menikmati kedamaian dan terhindar dari marabahaya bom yang mematikan. Tentu berbeda dengan saudara kita yang ada di Palestina yang sedang berjuang untuk tetap hidup ketika diserang Israel.

Hal ini juga membuat kita sebagai Muslim ikut terguncang, dan berharap semua penderitaan yang dirasakan masyarakat muslim di Palestina segera berakhir. Inilah yang kita sebut dengan saudara seagama.

Orang-orang beriman sesungguhnya bersaudara

Sekalipun tidak kenal sebelumnya dan dari daerah yang berbeda atas dasar keimanan kepada Allah SWT kita tetap memberikan perhatian kepada mereka dengan mengirimkan bantuan baik berupa materi maupun doa yang ampuh disela salat kita.

Hal yang sederhana bisa kita lihat ketika tetangga kita atau rekan kerja kita sedang mengalami kesulitan atau musibah. Hendaknya kita sebagai saudara seagama memberikan bantuan kepada tetangga.

Sebaliknya, tidaklah baik jika kita justru memberikan kritikan yang buruk bahkan menghujatnya sesama Muslim. Ini bukan implementasi dari saudara seiman. Allah SWT menegaskan dalam firman-Nya mengenai persaudaraan dalam Islam:

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.”

(Surah al-Hujurat, ayat 10)

Saudara seagama menyatukan kedua orang yang berbeda sehingga bisa saling memperhatikan. Ikatan yang dilandasi iman kepada Allah SWT tentu mudah putus sekalipun kita ada hal yang tidak kita sukai dari sifat saudara kita tetaplah kita menjadi saudara.

Bahkan, ketika bertengkarpun tidak melebihi dari tiga hari kita hendaknya saling memaafkan. Nikmatnya ikatan seagama dalam Islam mengajarkan kepada kita untuk saling membantu, saling berkasih sayang dan berdakwah di jalan Allah SWT semata-mata untuk meningkatkan nilai ibadah kita kepada-Nya.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.